Gila, Balon Raksasa Dari Ponorogo Dikabarkan Mendarat Di Jogja

PONOROGO (kotareyognews.net) - Sebuah balon udara raksasa yang diterbangkan dari Ponorogo dikabarkan telah mendarat di Pandeyan, Umbulharjo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Informasi tersebut direlease oleh media onlin Yogya KRjogja.com pada, Kamis, (14/07/2016) silam.

Dalam keteranganyaBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menduga bahwa balon udara raksasa yang mendarat di wilayah Yogyakarta tersebut diduga kuat berasal dari kawasan Ponorogo jawa Timur (Jatim).

Perkiraan tersebut berdasarkan dari lerak geografis dan arah angin yang bertiup ke barat. Terlebih lagi di daerah Ponorogo ada semacam tradisi masyarakat yaitu menerbangkan balon udara yang sudah berjalan bertahun tahun lamanya.

Sementara itu, KRjogja juga merelease pernyataan anggota TRC BPBD DIY, Fikar Yunizar. Dia yang juga ikut melakukan evakuasi balon udara di Pandean tersebut mengatakan bahwa berdasarkan informasi dari tim lainnya balon tersebut berasal dari wilayah Ponorogo Jawa Timur. Balon udara terbawa angin hingga mengarah ke barat.

"Dugaan tersebut semakin kuat karena di kawasan Ponorogo ada tradisi menerbangkan balon udara setelah hari raya Idul Fitri di bulan Syawal," ujarnya.

Selain itu pihaknya juga telah mempelajari arah perjalanan angin akhir-akhir ini. Dan angin cenderung dari arah timur ke barat.

"Kami himpun informasi arah angin memang kemarin cenderung ke barat dan daerah di Jawa Timur yang punya tradisi menerbangkan balon udara saat Lebaran ada di Ponorogo. Ada laporan masyarakat melihat dari arah timur dan kemungkinan memang balon tersebut dari Ponorogo yang terbawa angin hingga ke wilayah DIY," ungkapnya di kantor BPDB DIY seperti dilasir KRjogja.com

Balon udara sebesar ini menurut Fikar, dikhawatirkan bisa mengganggu rute penerbangan pesawat pada jalur sibuk saat arus bali seperti kawasan DIY dan sekitarnya. Ukuran balon yang cukup besar bisa dinilai menjadi malapetaka bagi pesawat apabila tak sengaja menabrak saat berada di udara.

"Kami sudah koordinasikan dengan Airnav Adisutjipto dan Dinas Perhubungan dan akan diambil sebagai barang bukti. Dikhawatirkan bisa mengganggu penerbangan terutama keselamatan pesawat dan kalau mendarat di sutet bertegangan tinggi bisa menimbulkan arus pendek dan korsleting," imbuhnya (warok)

Sumber: KRjogja