Hindari Jalan Berlubang, Alfa II R Dihantam Ninja R di Jalur Ponorogo - Ngebel

PONOROGO (kotareyognews.net) - Kecelakaan kembali terjadi lantaran jalan berlubang di jalur Pasarpon - Telaga Ngebel, tepatnya di timur pertigaan Sewelut kilometer 3, desa Plalangan, kecamatan Jenangan, kabupaten Ponorogo, Senin (04/07/2016).

Kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 24.00 WIB, dan melibatkan sepeda motor Kawasaki Ninja R nopol AE 3665 SE yang dikemudikan H Saputra warga Dukuh Tritis RT: 01/02 desa Talun, kecamatan Ngebel dan sepeda motor Alfa 2R nopol AE 4133 TM yang dikendarai Sutrisno warga dukuh krajan RT: 03/02 dukuh Wayang desa Pulung.

Informasi yang berhasil dihimpun kotareyognews.net, kecelakaan ini disebabkan oleh jalan berlubang sedalam 5 centimeter di desa Plalangan jalur Ponorogo - Telaga Ngebel. Selain itu, kondisi jalan yang cukup gelap dan kendaraan yang lampu belakang tidak menyala juga menjadi faktor penyebab kecelakaan ini.

Kecelakaan ini bermula saat Sutrisno yang mengendarai sepeda motor Alfa warna silver sedang melintas di jalur Pasarpon - Ngebel. Saat sampai di tempat kejadian, Sutrisno mengurangi kecepatan laju sepeda motor Alfa miliknya guna menghindari jalan berlubang. Namun apes, saat dia menghindar ke kanan tiba tiba dari belakang melaju kencang Ninja R yang dikendarai H. Saputra bersama rekanya.

Lantaran lampu belakang milik Sutrisno tidak menyala dan berada ditengah jalan saah menghindari jalan berlubang H. Saputra yang melaju kencang tak busa mengendalikan motornya. Terlebih lagi posisi mereka sudah terlalau dekat.

Akhirnya kecelakaanpun tak bisa dihindarkan, Diaarr...!!! Ninja yang dikendarai H. Saputra menghantam bokong Alfa yang dikendarai Sutrisno. Seketika itu juga, merek terpental sekitar lima meter. Motor keduanya pun ringsek dan tak bisa dijalankan.

"Tadi Alfa menghindari jeglongan mas, lalu dihantam Ninja dari belakang hingga terpental," terang warga setempat yang enggan disebuf namanya.

Beruntung nyawa mereka masih selamat meskipun ketiga korban harus dilarikan ke Rumah Sakit. Sutrisno mengalami luka yang cukup berat karena kaki kirinya patah dan terdapat luka di bagian kepala. Sedangkan H. Saputra dan rekanya mengalami luka ringan. (warok)