Menyedihkan, Nyawa Penderita Leukimia Ponorogo Ini Tak Terselamatkan Karena Kehabisan Biaya

PONOROGO (kotareyognews.net) - Uang bukan segalanya, namun tanpa uang nyawa jadi taruhanya. Seperti nasib yang dialami Wahono (30 th) warga RT: 08, RW: 02 , Dukuh Kacangan, Desa Sawoo, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo ini. Lantaran kehabisan uang untuk biaya berobat atas sakit Leukimia yang di deritanya, Wahono harus meninggal dalam perjalanan ke Rumah Sakit, Sabtu dinihari (23/07/2016)

Yang lebih menyedihkan lagi, Wahono yang telah ditinggal istri meninggal dunia tiga tahun silam ini telah kehabisan biaya untuk berobat atas sakit yang dideritanya karena sudah keluar masuk rumah sakit.

"Pak Wahono mengalami komplikasi atau dua sakit yang berbeda. Sebelum didiagnosa Leukemia, dia sudah opname di Rumah Sakit Aisiyah Ponorogo sebanyak dua kali, terakhir dia dibawa pulang sekitar sepuluh hari yang lalu karena pihak Rumah Sakit sudah angkat tangan,"ujar tetangga Almarhun Wahono.

Lebih lanjut dia menjelaskan jika pada bulan Januari lalu Wahono telah melakukan operasi Hernia. Dan pada bulan berikutnya operasi sakit Gondong, lalu bulan berikutnya ganti operasi Amandel. Tampaknya tak cukup penderitaan Wahino, pada bulan terakhir dia divonis terkena Leukemia, tepatnya pada pertengahan Ramadhan.

"Pada Jum'at (22/07/2016) malam hari sekitar pukul 22.30 WIB, wahomo diantar para tetangga korban untuk berobat ke luar kota. Karena Wahono telah kehabisan biaya tetangga sepakat untuk urunan gotong royong untuk membantu dia berobat," terang Supri.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa saat perjalanan ke rumah sakit tersebut tampaknya takdir berkata lain. Pada Sabtu dini hari sekitar pukul 04.00 WIB Wahono meninggal dunia.

"Semua sudah berusaha untuk kesembuhan Pak Wahono, tapi memang kehendak Allah SWT berkata lain," katanya.

Derita yang dialami Wahono lanjut supri, ternyata luput dari perhatian Pemkab Ponorogo. Itu terbukti pelayanan BPJS yang lama dan terkesan dipersulit.

"Kami lebih prihatin lagi menunggunya BPJS yang lama dan terkesan sulit sebab masih besok tanggal 26 Juli BPJS turun," ungkapnya seperti dikutip situs berita metroterkini.com.

Menyikapi hal itu, dia berharap agar pihak terkait di lingkungan Pemkab Ponorogo lebih peka lagi terhadap permasalahan sosial dan kondisi masyarakat.

"Telebih permasalahan yang mengancam jiwa manusia seperti ini, semoga pemerintah lebih peka lagi karena persoalan seperti itu butuh solusi yang cepat dan pelayanan yang tepat," pungkasnya. (warok)