Polres Ponorogo Berhasil Bekuk Tiga Spesialis Pembobol Rumah Kosong, Satu Orang Terpaksa Diledakkan Kakinya

PONOROGO (kotareyognews.net) - Setelah seminggu polisi melakukan pengejaran terhadap para pelaku pencurian spesialis rumah kosong yang meresahkan warga Ponorogo, khirnya kerja keras Satreskrim Polres Ponorogo ini membuahkan hasil. Bahkan satu diantara ketiga pelaku ini terpaksa diletuskan kedua kakinya lantaran berusaha kabur, Sabtu (23/7/2016).

Ramli alias Pakdhe Ram (56), warga Jalan Gunoseco, Siman, Ponorogo, dia ditangkap paling pertama kali oleh polisi di rumahnya. Tersangka yang aslinya Sidoarjo ini menikah dengan perempuan asal Ponorogo, dan keduanya menetap di wilayah Siman. Melalui keterangan yang diperoleh dari Ramli inilah akhirnya polisi bisa mengembangkan kasus ini.

Alhasil, polisi berhasil meringkus Rama Hendra Saputra (31), warga Praban Selatan, Kelurahan Sidokare, Sidoarjo, saat dirinya nongkrong di salah satu minimarket siwilayah Sidoarjo. Tersangka kedua ini tidak lain adalah anak dari Ramli, merupakan residivis yang sering keluar masuk jeruji besi dengan kasus yang sama.

Selang satu minggu kemudian, setelah polisi melakukan pengejaran terhadap pelaku lain, akhirnya  kembali membuahkan hasil. Yang ketiga ini polisi berhasil menangkap Muhammad Mahfud (30), warga Desa Klataan, Kecamatan Jetak, Pasuruan. Tersangka ketiga ini diamankan petugas di salah satu tempat hiburan di wilayah Trestes. Pelaku ketiga ini terpaksa harus diledakkan kakinya dengan timah panas. Itu lantaran dia hendak melarikan diri saat tahu ada petugas yang datang.

Menurut Kasatreskrim Polres Ponorogo melalui Aiptu Kusmanto, anggota unit Resmob, menjelaskan bahwa para tersangka ini merupakan spesialis pembobol rumah kosong. Hal ini berdasarkan dari keterangan dari para pelaku. Mereka sering kali melakukan aksinya di siang bolong saat penghuni rumah tidak berada di tempat. Selama beraksi di Ponorogo, mereka berhasil menjarah barang-barang milik korban di 8 TKP.

“Saat ini kita berhasil mengamankan tiga pelaku spesialis pencurian rumah kosong. Ketiganya kita tangkap di tiga tempat yang berbeda, yakni di Ponorogo, Sidoarjo, dan terakhir di Pasuruan. Kami akan terus kembangkan kasus ini, kita menduga masih ada tersangka yang lainnya karena banyaknya TKP yang sudah mereka satroni," jelasnya.

Sementara itu, tersangka Hendra saat dimintai keterangan mengatakan jika dirinya bersama Mahfud sering bolak-balik ke Ponorogo. Sebelum beraksi, mereka menginap di rumah Ramli di kawasan Gunoseco. Disitulah ketiganya memetakan wilayah sebelum beraksi di Ponorogo.

“Biasanya saya datang ke Ponorogo langsung menuju rumah Ramli, kemudian merencanakan segala sesuatunya sebelum beraksi ya di sana. Kemudian setelah berhasil membobol rumah warga, saya langsung kembali ke Sidoarjo lagi,” katanya.

Dari penangkapan ketiga tersangka tersebut, Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 9 buah handphone berbagai merk, 1 buah notebook, 1 buah kotak perhiasan yang sudah kosong, sepasang pelat nomor palsu, 2 buah tas hitam, 2 buah dompet, 1 buah buku tabungan bank BCA atas nama Ribat, 1 buah buku tabungan bank Mandiri, kedua buku tabungan tersebut atas nama Ribat, warga Surabaya.

Selanjutnya ketiga pelaku ini langsung dijebloskan ke ruang tahanan Mapolres Ponorogo, guna dilakukan proses hukum. (warok)