Proyek Aspal Asal-asalan, Program Bupati Ponorogo Diragukan

PONOROGO (kotareyognews.net) - Perbaikan infrastruktur jalan pedesaan pernah menjadi salah satu janji Bupati Ponorogo Ippng Muchlissoni. Bahkan kata - kata Bupati tambal pernah keluar saat dia menarik simpatik masyarakat.

Janji politiknya percepatan pembangunan infrastruktur jalan perdesaan yang telah dilaksanakan saat ini dirasa kurang mendapat pengawalan. Ini dibuktikan dari sejumlah proyek infrastruktur di perdesaan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Ponorogo terkesan asal - asalan dan tidak memperhatikan kwalitas.

Satu contoh, proyek pengaspalan jalan antar desa yang menghubungkan Desa Munggu menuju desa Pelem Kecamatan Bangkal. Proyek pengaspalan jalan yang dikerjakan menggunakan dana yang bersumber dari APBD Ponorogo Tahun Anggaran 2016 ini sudah hancur. Bahkan, aspal yang dipoleskan ke badan jalan saat ini sudah mengelupas, padahal proyek tersebut baru dilaksanakan dan selesai bulan Juni 2016 silam.

"Pengaspalan jalan Desa Munggu - Pelem baru sebulan selesai dikerjakan. Tapi saat ini aspalnya sudah rusak dan mengelupas," kata Mulyono, warga Desa Munggu, Jum'at (22/7) seperti dikutip dari situs berita metroterkini.com.

Diketahui, proyek pengaspalan jalan tersebut menghabiskan dana sebesar Rp. 148.350.000,00. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Ageng Karya dengan konsultan pengawas CV Armenida. Lama pengerjaan menurut warga setempat selama 60 hari berdasarkan No. SPK : 5.2.3/01.01/PPK/PL.JL/SWO/405.14/2016.

Beberapa warga sangat menyayangkan pekerjaan proyek aspal jalan tersebut karena terkesan asal-asalan dan kurang memperhatikan kualitas atau mutu.

"Kami heran kenapa aspal baru satu bulan dikerjakan sudah rusak, ini kan menggunakan uang rakyat," keluhnya.

Mulyono juga memaparkan bahwa jalan antar desa tersebut sangat vital guna memperlancar roda perekonomian masyarakat.

"Terus terang kami kecewa dengan mutu pekerjaan pengaspalan jalan Desa Pelem menuju Desa Munggu karena baru satu bulan dikerjakan sudah hancur," paparnya.

Pihaknya berharap kepada Bupati Ponorogo untuk memberi teguran kepada Dinas PU Ponorogo agar lebih cermat dalam melakukan pengawasan berbagai proyek infrastruktur di Bumi Reyog.

"Kami yakin kalau Dinas PU melakukan pengawasan ketat, Insya Allah bisa meminimalisir buruknya kualitas pekerjaan proyek," harapnya.

Secara terpisah PLT. Kepala Dinas PU Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo mengaku sudah memantau kerusakan tersebut. Menurutnya, hal itu terjadi karena beban kendaraan yang melebihi tonase.

Dia juga menjelaskan pihak rekanan sudah diperintahkan untuk memperbaiki lagi. "Apun itu, karena masih dalam masa pemeliharaan maka masih jadi tanggung jawab rekanan. Dan sudah dihubungi, sanggup dalam waktu dekat diperbaiki," tegasnya. (warok)