Ramadhan Super Camp di Sekolah Alam Bumi Langit Mulia Ponorogo Memang Beda

PONOROGO (kotareyognews.net) - Banyak cara dilakukan untuk mengisi liburan sekolah dan liburan selama puasa Ramadhan. Salah satunya adalah kegiatan Ramadhan Super Camp (RSC), yang dilaksanakan oleh Sekolah Alam Bumi Langit Mulia Ponorogo.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk pengembangan karakter kepada anak yang berbasis kearifan lokal dan  alam. Dalam ramadhan super camp ini ada perpaduan antara pendidikan keagamaan dengan pengembangan karakter yang berbasis pada kearifan lokal serta alam yang menjadi ciri khas sekolah alam bumi mulia.

Dikatakan Ifan Rahmawan, selaku Ketua Program Ramadhan Super Camp pada Kamis (23/6/2016), mengatakan bahwa kegiatan tersebut mampu menarik perhatian anak-anak di Ponorogo dan sekitarnya. Bahkan ada peserta yang berasal dari beberapa kota di wilayah Jatim dan Jateng. Seperti dari Madiun, Ngawi, Solo, Sragen, dan Kediri.

"Alhamdulillah, kami dapat mengadakan kegiatan RSC ini dengan lancar. Meski ini baru pertama kali diadakan, namun antusiasme adik-adik kita selama mengikuti kegiatan ini patut diacungi jempol," ujar Ifan, yang juga merupakan pemilik yayasan.

Lebih lanjut, Dia menjelaskan bahwa dalam RSC, peserta akan mengikuti kegiatan selama 5 hari 4 malam. Bagi peserta, mulai bangun sampai tidur lagi, akan diajarkan tentang keagamaan, dan diberikan pengembangan motivasi karakter, serta ajaran peduli terhadap lingkungan sekitar.
     
"Dan yang lebih menarik di sini, anak didik diajarkan permainan-permainan tempo dulu, dimana orang tua mereka dulu pernah mengalaminya," imbuhnya.
     
Dari sini ternyata hal yang paling mencolok dalam sekian waktu mereka mengikuti kegiatan, anak-anak ini lupa dengan gadged dan media sosial yang mereka tekuni selama ini.
     
"Insya Allah, kegiatan ini mampu membantu dalam pengembangan karakter anak di jaman modern ini. Serta memberikan kesan tersendiri bagi mereka dan orang tua," tuturnya.
     
Sementara itu, Wisnu HP, tim kreatif dari sekolah alam bumi langit mulia menjelaskan, aktifitas ini bisa juga untuk ngabururit menunggu datangnya waktu berbuka puasa.
     
"Adik didik di sini selain diberi ilmu keagamaan tentang islam, yang kebetulan suasananya dalam bulan ramadhan, mereka juga diperkenalkan dengan permainan tradisional, dimana saat ini kita sering sekali menjumpai anak-anak tersebut main gadged, yang kadangkala bikin anak seperti autis. Oleh karenanya kita berusaha mengenalkan kembali dan mengingatkan kepada mereka bahwa masih banyak permainan-permainan tradisional yang kita miliki," jelas Wisnu.
     
Yang menarik, mereka sangat antusias dengan permainan tradisional yang ada. Seperti merangkai mahkota dengan daun-daunan, permainan somprengan, gobak sodor, dan melempar sarung ke atas yang bisa membentuk lingkaran.
    
"Kami dan pengurus dari sekolah alam bumi langit mulia memang mencoba untuk memperkenalkan permainan tradisional menjadi bagian dari penguatan karakter anak-anak," ungkap seniman muda dari kota Reyog ini.
     
Sementara itu Nizam Nabiha Raihan (13), salah satu peserta RSC dari Kediri,  mengaku sangat senang dapat mengikuti kegiatan ini.
     
"Disini saya bisa mengisi liburan dengan belajar Al-Qur'an, dan belajar ilmu agama Islam. Selain itu, saya bisa lebih mengenal alam, dikarenakan permainan tradisional yang dikenalkan di sini dilakukan bersentuhan langsung dengan alam terbuka," pungkasnya. (warok)