Warga Tegalsari Ditemukan Meninggal Posisi Tengkurap di Jalan Pesawahan

Ilustrasi korban meninggal
PONOROGO (kotareyognews.net) - Imam Maksum (57) yang diketahui warga  Karanggebag, kecamatan Jetis, kabupaten Ponorogo ditemukan sambong Desa setempat di jalan pesawahan dengan posisi tengkurap sudah tak bernyawa, Senin, (11/07/2016).

Informasi yang berhasil dihimpun kotareyognews.net, penemuan mayat Imam ini berawal saat Suryono (50) Sambong warga dukuh Purwo Asri RT: 01 RW: 01 desa Karanggebang yang berprofesi sebagai sambong desa sedang melintasi jalan pesawaan desa setempat sekitar pukul 21.00 WIB. Namun alangkah terkejutnya Suryono ketika secara tidak sengaja dia melihat ada orang tengkurap di jalan persawahan yang dia lewati.

Dia merasa takut dan menemui akhirnya menemui Jalal (56) warga dukuh Karanglo Rt.02 Rw. 01 Desa Ngasinan, yang saat itu berada tidak jauh dari lokasi. Kemudian Jalal menghubungi untuk diajak melihat orang yang tengkurap tadi dan dia mengenali korban yang ternyata mayat tersebut adalah Imam Maksum.

Setelah memastikan mayat tersebut adalah Imam, Jalal langsung menghubungi putra korban Sajudin (33) warga dukuh Gendol Rt. 03 Rw. 01 DesaTegalsari. Tak lama kemudian, Sajudin tiba di lokasi dimana diketemukan bapaknya yang sudah dalam kondisi meninggal.

Sementara itu Jalal langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polsek Jetis. Tak lama kemudian,  anggota SPK Polsek Jetis tiba di TKP dan menghubungi Kapolsek Jetis, Kanit Reskrim, BBKTM desa Tegalsari, piket Koramil Jetis, SPKT Polres Ponorogo beserta piket fungsi dan petugas medis dari Puskesmas Jetis guna melakukan pemeriksaan.

Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan terhadap korban oleh petugas dan medis, korban dinyatakan meninggal dunia. Faktor penyebab meninggalnya Imam diduga karena sakit jantung. Di tubuh korban tidak diketemukan tanda - tanda kekerasan atau  pengàniayaan.

Atas permintaan keluarga, akhirnya korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan upacara pemakaman. Pihak keluarga sendiri sudah menerima musibah tersebut dengan iklas. (warok)