ADD Tidak Cair, Seorang Kades Di Ponorogo Dituntut Mundur Warga

PONOROGO (kotareyognews.net) - Puluhan warga dan tokoh masyarakat geruduk Balai Desa Sendang Kecamatan Jambon. Mereka mendesak Kepala Desa Paimin untuk segera merealisasikan pembangunan desa diwilayahnya, Selasa (16/08). Pasalnya, pelaksanaan pembangunan  insfrastruktur di Desa Sendang sampai hari ini belum dilaksanakan. Warga kecewa, karena banyak material yang sudah didatangkan namun belum dilaksanakan pekerjaan.

Kedatangan warga yang terdiri dari tokoh masyarakat, suplyer, pemuda dan perwakilan warga itu menanyakan kapan pemerintah Desa Sendang memulai pekerjaan. Pertemuan dilakukan di pendopo balai desa yang dihadiri Kades Paimin, kamituwo, perangkat desa, Babinsa Koramil, dan Polsek Jambon.

Dari pantauan Media Mataraman di lokasi, pertemuan berlangsung memanas. Beberapa kali Kades Paimin mau meninggalkan ruang pertemuan, karena alasan ada kepentingan di Kecamatan Jambon, namun warga menahan dengan alasan pertemuan belum selesai. Akhirnya, pertemuan berakhir dengan dibuatkan berita acara pertemuan dengan ditandangani semua warga, Kades Paimin dan perangkat desa lainnya.

Damiran, tokoh masyarakat Desa Sendang saat diwawancari sejumlah wartawan mengungkapkan, pihaknya mendukung gerakan elemen masyarakat dan tokoh masyarakat terkait pelaksanaan pembangunan Desa Sendang yang sampai hari ini macet total.

“Saya dalam pertemuan tadi juga mengusulkan, kalau memang Kades Paimin sudah tidak mampu melaksanakan tugasnya sebagai kepala desa ya mundur saja. Karena pembangunan di Desa Sendang mundur- mundur hingga saat ini Bulan Agustus belum ada kejelasan,” tegas Damiran.

Dia juga menjelaskan, kalau melihat desa- desa lain, seperti Desa Poko, Bringinan dan Karanglokidul, semua sudah pada mulai membangun sejak bulan Juni kemarin. Namun Desa Sendang sama sekali belum dimulai.

Lebih lanjut Damiran juga menyayangkan dengan kepemimpinan Kades Paimin yang dinilai kurang tranparan dalam pelaksanaan pembangunan desa. Dia juga menyebut, masyarakat sudah kehilangan kesabaran dengan pola kinerja yang ditunjukkan Kades Paimin.

“Saya tadi juga menyampaikan kalau memang masih sanggup bekerja, ya silahkan dilanjutkan Saya pun  mendukung. Namun jika tidak, ya sebaiknya mundur. Seperti ini kan yang dirugikan masyarakat Desa Sendang. Seharusnya pembangunan sudah bisa dilaksanakan namun hingga bulan Agustus sama sekali belum dilakukan,” jelas Damiran yang juga sebagai Ketua Pengurus kecamatan Jambon dari Partai Golkar ini.

Senada juga diungkapkan Molok, pihaknya mewakili warga dukuh juga sudah membawa dukungan atas aksi ini dengan bukti tanda tangan warga. Pengumpulan tanda tangan itu nantinya akan diberikan kepada Kepala Desa Sendang, Pak Camat dan Bagian Pemdes Pemkab.

“Tuntutan yang kita inginkan, kenapa hak rakyat Desa Sendang untuk menikmati bantuan pembangun macet. Jadi dari hasil pertemuan ini tadi pertama pencairan dana dijanjikan seminggu lagi oleh Kades Paimin,” ujarnya.

Lebih lanjut, Molok dengan suara lantang menyatakan, bila janji kepala desa untuk mencairkan dana sepekan lagi tidak cair, masyarakat akan menuntut agar Kades Paimin mundur dari jabatannya.
 “Itu kalau janjinya bisa dibuktikan satu minggu bisa mencairkan dana pembangunan,  ya silahkan dilanjutkan. Namun bila gagal, ya apa boleh buat. Mundur saja sebagai Kepala Desa Sendang,” tandas Molok.

Sementara itu, dalam pertemuan itu, Kades Paimin dihadapan warga menyatakan kesanggupannya untuk melaksanakan pembangunan di Desanya. Pihaknya optimis dalam waktu satu minggu dana yang sudah masuk di bendahara desa bisa dicairkan.

“Jadi kedatangan warga itu tadi menanyakan kapan pembangunan dilaksanakan. Saya yakin dengan kelengkapan kepanitiaan mulai dari TPK, PKD sudah terbentuk, dana bisa dicairkan. Kendala yang dihadapi selama ini karena kepanitiaan belum terbentuk,” ujar Paimin.

Paimin juga mengakui, saat ini hubungan dirinya memang kurang harmonis dengan perangkat desa, dengan mundurnya delapan perangkat desa dari kepanitiaan pembangunan desa. Tapi, lanjutnya, hal itu sudah bisa disikapi dengan mengganti kepanitan yang baru.

Saat didesak warga untuk mundur dari jabatannya, Paimin menjelaskan kalau dirinya masih mampu dan bisa menjalankan tugasnya sebagai Kepala Desa Sendang. “Ya jangan seperti itu dong. Sementara ojo sik, Saya masih sanggup.  Insyaallah satu minggu lagi dana sudah cair, dan pembangunan bisa dilaksanakan,” tukasnya. (warok)