Ditinggal Tidur Saat Merebus Air, Dapur Rumah Warga Balong Ponorogo ini Hangus Terbakar

PONOROGO (kotareyognews.net) - Akibat merebus air di dapur dan ditinggal menidurkan anak, api menjalar dan membakar seluruh isi dapur rumah Tumadi (47), warga RT : 01, RW : 01, dukuh Sidomulyo, Desa Balong Kabupaten Ponorogo. Bahkan dapur tetangga yang kebetulan berdekatan dengan dapur Tumadi juga ikut menjadi amukan si jago merah, Jumat (12/08/2016).

Menurut kasubag Humas Polres Ponorogo AKP Harijadi, musibah kebakaran yang dialami Tumadi diduga akibat kelalaian sang istri Siti Umi Kalsum yang membiarkan api di dapur yang masih menyala dan ditinggal bergi ke kamar untuk menidurkan anak.

"Kejadianya sekitar pukul14.30WIB. Saat itu istri Tumadi bernama Siti Umi Kalsum sedang merebus air minum dengan memggunakan tungku dan kayu bakar di dapur hingga tiga kali. Saat merebus air minum yang pertama dan kedua tidak ada masalah," terang Harijadi.

Namun saat merebus air yang ketiga kalinya lanjut Harijadi, belum sampai mendidih Umi Kalsum beranjak dari dapur dan bergegas ke kamar untuk menidurkan anaknya. Sedangkan Tumadi sendiri saat itu juga sedang beristirahat di kamar.

Mungkin lantaran kecapekan, Siti Umi Kalsum ikut terlelap saat menidurkan anaknya dan tidak ingat lagi kalu sedang merebus air di dapur sehingga api di dapur merembet disekitar tungku dan membakar tumpukan kayu bakar disamping tungku.

Bahkan ban bekas yang ada didalam ruang dapur tersebut ikut terbakar hingga menyebabkan api merembet ke didinding dapur yg terbuat dari ayaman bambu.

Tetangga korban Nanik yang mengetahui kebakaran tersebut langsung berteriak minta tolong. Tumadi dan istri yang tidur di kamar langsung terbangun mendengar teriakan ninik dan langsung menuju ke dapur dan langsung berupaya memadamkan api dibantu para tetangga dekat mereka.

Polisi yang mendapatkan laporan langsung menuju ke lokasi kejadian dan langsung menghubungi Pemadam Kebakaran (PMK). Namun karena api sudah terlanjur membesar ditambah ban bekas juga ikut terbakar, dapur milik Tumadi tak bisa diselamatkan. Bahkan api juga sempat membakar sebagian dapur milik Yusuf (saudara Tumadi) yang kebetulan lokasinya bergandengan.

Tidak ada korban jiwa dari musibah kebakaran dapur milik Tumadi ini. Sedangkan kerugian materi diperkirakan sekitar lima juta rupiyah. Harijadi berharap masyarakat lebih waspada dan berhati - hati saat memasak di dapur. Jangan sampai ditinggal saat menyalakan api, karena hal tersebut bisa membahayakan jika api membesar dan menjalar tanpa kendali. (warok)