Membahayakan Petugas, Pelaku Begal Yang Bacok Korbanya di Kedung Banteng Ponorogo Diganjar Timah Panas

PONOROGO (kotareyognews.net) - Kapokmu kapan, itulah kata yang pantas diberikan kepada pelaku perampasan dengan kekerasan terjadi di jalan raya Magetan - Ponorogo, Rabu, (04/05/2016)  silam. Pasalnya, lantaran membahayakan petugas kedua pelaku ini akhirnya dibledosne sikile (ditembak kakinya) oleh petugas kepolisian.

Informasi yang berhasil dihimpun kotareyognews.net dua orang pelaku begal yang sempat melukai dan bawa kabur sepeda motor korban di Dukuh Kalipucang, Desa Kedung Banteng, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, berhasil dilumpuhkan polisi. Dua orang pelaku ini diketahui berasal dari Madiun.

"Keduanya adalah Yopi (36), warga Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun dan Yanto (37) warga Kelurahan Kejuron, Kota Madiun," terang Petugas.

Pelaku pertama diamankan saat berkelahi dengan korban dan sempat mendapat amuk masa. Sedangkan pelaku kedua diringkis sehari setelah kejadian perampokan di rumahnya  Madiun, Kamis (05/05/2016) sekitar pukul 03.00 WIB. Diringkusnya pelaku di madiun ini merupakan pengembangan  dan pengejaran oleh Satreskrim Polres Ponorogo.

Kedua pelaku ini menurut petugas memiliki cukup  nyali, itu lantaran mereka terkena pengaruh minuman keras. Pelaku juga sempat merepotkan petugas lantaran dia melawan. Akhirnya polisi terpaksa melumpuhkan dengan timah panas.

Kedua pelaku saat ini telah diamankan di Mapolres Ponorogo. Mereka sempat mendapat perawatan di RS Aisiyah Ponorogo, setelah diletuskan kakinya,

Diketahui, kedua pelaku perampasan dengan kekerasan ini melakukan aksinya pada Rabu, (04/05/ 2016) sekitar pukul 15.30 WIB. Kepada petugas mereka mengaku jika awalnya hanya ingin mengambil tas milik korban, tetapi lantaran korban melawan, akhirnya mereka membawa kabur sepeda motor milik korban.

Korban bernama Agung Basuki Rahmat (25)warga Desa Tugu, Kecamatan Mlarak, Ponorogo, yang berboncengan dengan Lilin Indah Pujiastuti (25) warga Desa Candi, Kecamatan Mlarak. Saat melintas di Jalan Raya Desa Kedung Banteng, mereka harus dipepet oleh dua orang yang berboncengan.

Pelaku yang membawa sajam memepet korban dan mengayunkan pisaunya ke tangan korban. Akibat tanganya terluka, Agung Basuki Rahmat geram dan berhenti. Dia nekat melawan pelaku yang mengendarai sepeda motor.

Namun saat kedua orang ini sedang duel, pelaku yang membawa celurit membawa kabur sepeda motor korban, korban langsung berteriak dan meminta pertolongan warga. Warga yang mengetahui hal itu langsung keluar rumah untuk membantu korban. Korban akhirnya menjadi sasaran amukan massa dan berhasil meringkus pelaku. (warok)