Miris, Ternyata Selain Sabu - sabu, Ganja Juga Beredar Di Ponorogo

Sebelumnya Polisi telah amankan Pil LL,
PONOROGO (kotareyognews.net) - Rupanya kondisi Ponorogo sudah memprihatinkan, setelah beberaap bulan terakhir Jajaran Satreskrim Polres Ponorogo berkali - kali membrkuk pelaku dan pengedar sabu - sabu  jenis Pil Double L, kini Polisi meringkus  tiga pemuda yang kedapatan sedang Flay karena pengaruh Ganja di Dalan Anyar ( Jl. Suromenggolo) Ponorogo, Rabu (22/08/2016).

Ini tentunya menunjukkan bahwa wilayah Kabupaten Ponorogo sudah menjadi sasaran obat - obatan terlarang. Kondisi memprihatinkan ini membuat sejumlah tokoh agama, orang tua dan para guru khawatir terhadap generasi muda bangsa ini.

"Masyarakat harus lebih waspada. Jangan sampai putra - putri kita dirusak dan dihancurkan masa depanya dengan obat - obat terlarang sabu, miras , ganja dan lain - lain yang membahayakan dan jelas - jelas melanggar agama" Ujar Mbah Din, salah satu tokoh di Ponorogo.

Diketahui, penangkapan tiga pemuda di Jalan Suromenggolo oleh jajaran Satresnarkoba Polres Ponorogo yaitu Bagus Ari Wibowo (25) warga Kelurahan Tonatan, Kabupaten Ponorogo, Joko Kuswanto (27) warga Desa Golan, Kecamatan Sukorejo dan Ramang Surya Rasmana (34) warga Kabupaten Ponorogo karena mereka kepergok petugas lagi menghisab ganja.

Menurut Kasubag Hunas Polres Ponorogo AKP Harijadi, ketiga pemuda ini diringkus sudah dalam keadaan Flay (teler). Awalnya diduga ketiga pemuda tersebut mabuk, namun Polisi tidak menemukan miras dan dan bau alkohol di sekitar lokasi.

"Saat dilakukan penangkapan, Polisi sempat akan balik arah karena tidak ada miras. Namun tak sengaja, anggota kami ada yang melihat ketiganya membuang sesuatu ke sawah. Dan ketika diambil dan diperiksa ternyata ganja yabg sudahsiap isap," papar Harijadi.

Dari penangkapan ketiga pemuda ini, Polisis langsung melakukan pengembangan dan akhirnya terungkap juga ketiga pemuda ini juga menyimpan ganja di rumah Bagus. Selain dirumah Bagus, di rumah Joko, petugas mendapatkan daun ganja kering dalam plastik seberat 1,03 gram.

"Total seluruhnya yang diamankan dirumah pelaku dan ganja yang dia bawa dalam lintingan rokok, mencapai 1,74 gram," terang Harijadi.

Dari pengembangan lagi hasilnya cukup mengenjutkan, dari tangan Ramang petugas mengamankan sebanyak 14,55 gram daun ganja kering. Sedangkan dari tangan Joko polisi juga berhasil mengamankan sebanyak 9,13 gram ganja dibungkus kertas koran, lalu dimasukkan ke dalam bungkus rokok dan sebanyak 4,44 gram lainnya dibungkus dalam kertas rokok dan sebanyak 0,98 gram daun ganja kering disimpan dalam bentuk lintingan di dalam bungkus rokok.

"Hingga saat ini Polisi terus melakukan pengembangan  terkait peredaran ganja di wilayah hukum Kabupaten Ponorogo," ujar Harijadi.

 Atas perbuatannya, ketiga pemuda ini dijerat dengan pasal 111 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan denda maksimal delapan miliar rupiah.(warok)