Pemuda 22 Tahun Asal Ponorogo Ini Ditemukan Sudah Menggantung Di Kandang

PONOROGO - Sungguh tragis nasib seorang pemuda umur 22 tahun berinisial BH, warga dukuh Trenceng, desa Mricen, kabupaten Ponorogo ini. Pasalnya, pemuda yang dikabarkan para tetangganya tidak memiliki masalah ini justru malah mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Sabtu (27/08).

"Sebetulya jika dilihat sehari-harinya, dia biasa saja dan tidak pernah bercerita kepada siapapun termasuk teman-temannya kalau punya masalah," ujar tetangga korban yang enggan disebut namanya.

Informasi yang berhasil dihimpun kotareyognews.net, korban tidak sengaja ditemukan oleh orang tuanya malam hari sekitar pukul 21.00 WIB, saat dia ingin memberi pakan ternak di kandang yang ada di belakang rumah. Saat itu, posisi korban sudah menggantung di belandar kandang sapi dengan seutas tali tang terbuat dari kain.

"Saat itu ayah korban bernama Tujianto akan memeriksa sapinya yang ada di kandang, dan dia kaget saat melihat anaknya menggantung di belandar. Tak tega dan berharap anaknya belum meninggal, Tujianto langsung menurunkan anaknya dengan cara dipotong talinya," ujar Kasubag Humas Polres Ponorogo AKP Harijadi.

Namun saat anaknya sudah diturunkan, ternyata nyawanya sudah tidak tertolong lagi. Akhirnya Tujianto memberi tahukan kejadian yang menimpa anaknya tersebut kepada tetangga. Tak menunggu lama, tetangga juga melaporkan kejadian itu kepada perangkat desa dan diteruskan kepada pihak Polsek Jenangan.

Tak berselang lama, petugas dari jajaran Polsek Jenangan tiba di lokasi kejadian dab langsung melakukan pemeriksaan terhadap BH. Dari hasil visum luar, petugas tidak mendapati tanda - tanda kekerasan atau penganiayaan di alami korban sebelum ditemukan menggantung.

"Dari pemeriksaan luar yang dilakukan petugas dan tim medis Puskesmas setempat, tidak ada tanda penganiayaan. Korban dinyatakan murni bunuh diri (gantung diri) dengan ciri - ciri hanta ada luka bekas jeratan di leher, mengeluarkan cairan air mani, dan tidak mengeluarkan feses," terang Harijadi.

Karen tak ada tanda -tanda mencurigakan lanjut Harijadi, pihak Polisi langsung menyerahkan jasad korban kepada keluarga saat pihak keluarga meminta untuk segera melakukan pemakaman kepada jasad korban. (warok)