Terguling di Timur Terminal Seloaji Ponorogo, Yang Pegang Setir Kernet Bus

PONOROGO (kotareyognews.net)  - Apapun kalau dipengang orang yang bukan ahlinya pasti hasilnya tidak maksimal. Termasuk Bus Restu Nopol N 7041 UH, jurusan Ponorogo - Surabaya ini. Lantarang dikemudikan oleh kernet, ujung ujungnya bus yang seharusnya memberikan prioritas keselamatan bagi penumpang ini akhirnya terguling beebrapa kilometer setelah keluar terminal, Sabtu (13/2016)

Beruntung lima penumpang dan awak armada Bus Restu ini tidak mengalami cidera serius. Hanya Bus saja yang mengalami ringsek dan hancur bagian kaca sebelah depan diakibatkan benturan. Sedangkan Kernet Bus Restu atas nama Joko yang menjadi Sopir Bus ini menghilang entah kemana usai kejadian. Diduga, dia ketakutan.

Informasi yang berhasil diterima kotareyognews.net, Laka tunggal Bus Restu jurusan Ponorogo - Surabaya ini terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Diketahui, Bus Nopol N 7041 UN ini baru saja keluar dari terminal Seloaji Ponorogo dengan membawa 5 (lima) penumpang yang hendak melakukan perjalanan ke Surabaya.

"Sopir masih blajar mas, katanya tadi seorang kernet yang pegang setir. Jelas dia belum mahir mengemudi bus yang bodinya begitu besar," ujar imam, warga sekitar.

Sementara itu, Gatot Wiyono, sopir yang asli dari Bus Restu yang terguling inj mengatakan bahwa saat bus keluar dari terminal, dia masih tidur di bagasi bus. Biasanya Joko membangunkan Gatot saat bus mau berangkat, namun saat itu Gatot tidak dibangnkan dan Joko yang mancal sendiri.

“Kami keluar dari Terminal Seloaji bawa lima penumpang. Yang nyetir Joko kernet saya, tapi nggak saya suruh, biasanya  kalau saya tidur saya dibangunin. Sekarang dia lari kemana saya nggak tau," ujar Gathot Wiyono

Tidak ada korban jiwa dari kejadian tergulingnya bus Restu ini. Lima penumpang serta seorang crew bus dalam kondisi segar bugar. Sementara kondisi bus mengalami ringsek dan kaca bagian depan terlihat pecah.

Kondisi jalur Teminal Seloaji - Sewelut sempat tersendat akibat laka lantas tunggal tersebut. Beberapa orang yang melintas tampak berhenti sejenak untuk melihat bus naas tersebut karena hingga siang hari belim di evakwasi. (warok)