Warga Jabung Ponorogo Ditemukan Meninggal Posisi Pegang Sabit

PONOROGO (kotareyognews.net) - Hasyim (50) warga RT: 01, RW: 04 dukuh Jabung 1, desa Jabung, Kecamatan Mlarak, kabupaten Ponorogo ditemukan pihak keluarga sudah meninggal dunia di pematang sawah dalam posisi pengang sabit dan rumput di area pesawahan dukuh Tempel, desa Turi kecamatan Jetis, Selasa (09/08/2016)

Informasi yang diterima kotareyognews.net, Jasad Hasim ditemukan pertama kali oleh adik korban Situr (60) bersama empat orang tetangga dekatnya  sekitar pukul 23.00 WIB saat melakukan pencarian sejak mendapat kabar pukul 17.00 WIB oleh istri Hasim, bahwa adiknya menghilang sejak saiang hari sekitar pukul 14.00 WIB.

Menurut keterangan Siti (istri Hasyim), sejak siang menjelang sore sekitar pukul 14.00 WIB, suaminya pergi dari rumah hendah mencari rumput untuk pakan ternak mereka. Namun hingga pukul 17.00, Hasim ditunggu - tunggu tak kunjung pulang, hingga Siti memberi kabar adiknya yang berada di dukuh Tempel desa Turi.

Kasubag Humas Polres Ponorogo AKP Harijadi, dia membenarkan penemuan mayat warga Jabung di area pesawahan di dukuh Tempel Desa Turi tersebut.

Menurutnya,adik korban Situr warga dukuh Tempel RT: 02, RW. 02 desa Turi, kecamatan Jetis langsung melakukan pencarian kakaknya bersama empat orang tetangga dekatnya. Hingga pukul 23.00 setelah sekitar empat jam melakukan pencarian Hasin akhirnya diketemukan. Namun sayang, dia sudah dalam kondisi meninggal sambil pegang sabit dan rumput.

"Saat ditemukan ini, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dipersawahan dukuhTempel dalam  posisi miring. tangan korban masih memegang rumput dan sabit," terang Harijadi.

Mengetahui kakaknya sudah tak bernyawa, adik korban ini langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Kamituwo dukuh Tempel, yang langsung dilanjutkan melapor ke Polsek Jetis.

Pihak Polsek sendiri setelah mendapat laporan tersebut anggota SPK Polsek Netis langsung menuju lokasi disusul, Kapolsek Jetis, Kanit Reskrim, SPKT Polres Ponorogo beserta piket fungsi serta petugas medis dari Puskesmas Jetis. Mereka langsung .elakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap jasad korban

Dari hasil pemeriksaan tersebut, ternyata petugas dan tenaga medis, tidak menemui tanda - tanda kekerasan di tubuh korban.

"Korban diduga me meninggal akibat terkena serangan jantung. Hal itu juga dikuatkan lagi dari keterangan adik korban yang mengatakan bahwa korban memang mempunyai riwayat penyakit jantung dan paru - paru. Bahkan dia pernah opname sebanyak 2 kali di rumah sakit Paru Dungus Madiun," paparnya.

Karena permintaan keluarga, akhirnya jasad korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan upacara pemakaman.(warok)