Enam Bocah Di Ponorogo Diterjang Air Bah Saat Mandi di Kali, Satu Hanyut dan Meninggal

PONOROGO,- Keasikan mandi di kali bersama kelima temanya, Muhammad Fajar Arosaad alias AAD(9) hanyut diterjang air bah dan ditemukan sudah tak bernyawa sekitar satu kol meter dari lokasi kejadian. Selasa (27/09/2016)

Hanyutnya AAD ini berawal saat pelajar kelas 4 SD, warga dukuh Tosari RT: 03, RW: 01, Desa Munggung Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo ini sedang berenang di sungai DAM Krekel desa setempat. Saat itu, AAD mandi di kali bersama kelima rekanya Sandi, Adil, Aksa, Yuka, dan Ridho.

Pada saat asik bermain dan berenang di air sungai, sekitar pukul 15.00 WIB, tiba-tiba datang air bah yang cukup besar menghantam keenam bocah yang asik berenang tersebut. Mereka pun berusaha menyelamatkan diri dengan berenang sebisanya ketepi sungai.

AAD yang saat itu posisinya berada ditengah sungai, tak bisa berbuat apa-apa ketika air datang secara mendadak dan menggulung korban. Mengetahui hal itu, kedua teman korban Sendi dan Adil berusaha menyelamatkan AAD, namun usahanya sia-sia karena air keburu menghanyutkan korban.

Kelima rekan korban inj akhirnya pulang untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada orang di rumah. Namun kelima bocah ini tak menemukan seorangpun karena pada saat itu warga sekitar rumah sedang ada acara temanten di tetangga Desa.

Baru sekita pukul 18.00 WIB saat Ayah Korban Rosidin (38) yang pulang usai dari acara temanten mencari anaknya namun tidak ada di rumah. Lalu dia mendapat kabar jika anaknnya telah hanyut di terbawa air di Sungai DAM Krekel.

Mendapat kabar tersebut, Rosidin bersama warga langsung melakuka pencarian dengan menyusuri sungai. Setelah cukup lama melakukan pencarian,  akhirnya Korban diketemukan di sungai yang melintasi Desa Wotan, kecamatan Pulung yang jaraknya sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian.

Korban ditemukan m mengapung dan sudah meninggal dalam posisi terlentang disungai. Tak lama kemudian korban langsung diangkat menepi oleh tiga orang warga dan langsung dibawa kerumah.

Kasubbag Humas Polres Ponorogo saat dikonfermasi membenarkan kejadian meninggalnya seorang bocah 9 tahun warga munggung tersebut. Pihak Polsek Pulung dan tim medis telah mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban.

"Dan dari hasil pemeriksaan tim medis, ditemukan luka robek di pelipis kanan dan kiri, selain itu dahi dan kepala belakang korban memar. Diduga kuat luka tersebut akibat terbentur bebatuan sungai sat terbawa arus," terangnya.

Atas musibah yang dialami AAD, pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak akan menuntut pihak manapun. Selanjutnya, korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman di TPU setempat. (warok)