FRN Diubah Namanya Jadi FNRP, Ini Penjelasan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni

PONOROGO (kotareyognews.net) - Festival Reyog Nasional (FRN) yang digelar setiap tahun oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo, tahun ini resmi berubah nama dengan Festival Nasional Reyog Ponorogo. Perubahan tersebut berdasarkan berbagai usulan yang masuk dalam sarasehan yang diadakan pada lima bulan lalu. Demikian dijelaskan Bupati Ponorogo H. Ipong Muchlissoni dalan keterangan Persnya pada Jumat (23/09/2016).

Menurut Ipong, pada sarasehan yang digelar di Pendopo lima bulan lalu, yang dihadiri berbagai tokoh pegiat Reyog, mereka mengusulkan dan menyampaikan kritikan terkait nama dari Festival Reyog Nasional. Nama FRN saat itu seolah-olah Reyog itu bukan milik Ponorogo namun milik Nasional.

"Setelah saya kaji dan musyawarahkan dengan berbagai pihak, akhirnya saya menyetujui dan tahun ini saya sepakat merubahnya menjadi Festival Nasional Reyog Ponorogo (FNRP). Jadi Nasionalnya dapat dan Reyog Ponorogonya juga dapat," paparnya.

Mrnurut Ipong, dia hanya sekedar merubah nama saja namun substansi dan isin dari kegiatan tetap sama. Namun, pihaknya pada tahun ini juga melakukan perubahan perubahan tentang managemen penyelenggaraanya.

Perubahan managrmen itu berdasarkan berbagai masukan dan kritik juga dari berbagai pihak yang menyatakan bahwa penyelenggaraan Festival Reyog dari tahun ke tahun dianggap tidak seperti even yang berskala Nasional karena masih banyak kesemrawutam didalamnya.

Yang namanya merakyat lanjut Ipong, tidak mesti harus semrawut karena merakyat juga bisa tidak semrawut. Dan tahun ini berdasarkan kesepakatan dengan dinas Pariwisata, pihaknya mencoba memperbaiki managemen dengan menggandeng pihak ketiga di luar pemerintah.

"Tahun ini insya Allah akan berbeda dengan tahun sebelumnya. Kalau materi tetap sama, namun tahun ini kita akan lebih tertib dan lebih rapi karena di lokasi kita sterilkan dari suara - suara hiburan yang lain. Kita memprioritaskan Usaha Kesil dan Menengah(UKM) untuk dipamerkan " paparnya. (warok)