Kacau, Panitia Batasi Ruang Wartawan di Pembukaan Grebeg Suro dan FNRP XXII Ponorogo

PONOROGO (kotareyognews.net), - Aksi pengusiran wartawan yang akan mengambil gambar dan yang hendak masuk ke lokasi Festival Nasional Reyog Ponorogo (FNRP) dan Grebeg Suro di panggung utama Alun-alun Ponorogo malam ini, Minggu (25/09) mencerminkan kurangnya pengetahuan dan kedewasaan pihak Evrn Organiser (EO) sebagai panitia.

Bahkan insiden yang melibatkan awak media dan panitia itu berbuntut panjang lantaran awak media merasa kecewa. Mereka akhirnya memutuskan tidak jadi melakukan peliputan. Panitia dianggap tidak tahu bagaimana tugas jurnalistik yang dilindungi undang-undang.

"Ini kan acara umum buat rakyat dan semua masyarakat Indonesia boleh menikmati acara ini, karena ini even Nasional, bukan acara pribadi yang sifatnya intern," kata Jai, salah satu wartawan media Online Jatim

Sementara itu dari pantauan kotareyognews.net, pada acara pembukaan FNRP tersebut, memang tampak akses dari awak media sangat terbatas seekali. Ini terlihat dari beberapa wartawan yang berjubel dan kesulitan untuk mengambil momen yang dihadiri Gus Ipul dan Menteri Desa tersebut.

"Wartawan hanya diberi tempat 1x 3 metrer di depan panggung bagian kiri dan kanan, kita kesulitan mengambil gambar. Bahkan dilokasi yang disediakan tersebut juga ada penjaganya dua orang," ujar Jai.

Itulah sebabnya, karena kesulitan mengambil gambar visual dari lokasi yang disediakan, sejumlah wartawan dari televisi mencoba mencari tempat dekat undangan. Namun justru malah diusir oleh panitia padahal dia hanya ingin merekam sebentar. Mereka juga sempat adu mulut dengan panitia karena ditarik bajunya, dan diusir, dibentak-bentak diauruh kembali ketempat semula.

"Kami perlu rekaman vidio tapi tak ada ruang. Saya mau ambil vidio dari depen malah ditarik tari baju saya seperti penjahat. Kita wartawan ingin mengabarkan Even Grebeg suro ini kepasa masyarakat luas,"kata Sony Misdananto, kontributor Net TV.

Atas kejadian dan ketidak ramamahan pihak panitia penyelenggara atau Event Organiser (EO), para awak media ini memutuskan untuk tidak jadi melakukan peliputan pembukaan FNRP dan Grebeg Suro tahun 2016 ini.(warok)