Kunjungan Kerja Di Ponorogo, Jokowi Temui Warga Kurang Mampu Balong Di Karangpatihan

Presiden Jomowi saat mrmbagikan Gizi tambahaan
pada balita Ponorogo
PONOROGO (kotareyognews.net), - Dalam kunjungan kerja di Ponorogo, Senin (19/09), Presiden Joko Widodo tidak hanya menghadiri kegiatan peringatan 90 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Namunorang nomor satu di Indonesia ini juga mengunjungi desa yang pernah divonis sebagai Kampung Idiot di Kabupaten Ponorogo yaitu desa Karangpatihan untuk memberikan bantuan gizi tambahan dan paket sembako bagi warga kurang mampu di wilayah kecamatan Balong

"Jadi berdasarkan data masih banyak gizi buruk di beberapa daerah yang harus ditangani, dan ini harus betul-betul diperhatikan," kata Presiden saat membagikan PMT di Desa Karangpatihan.

Presiden mengatakan PMT diperlukan oleh ibu hamil, balita dan anak-anak sekolah. Karena mereka adalah sebagai investasi masa depan bangsa ini.

Dalam kunjungan ke Ponorogo, Presiden yang didamping Ibu Negara Iriana Jokowi, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Seskab Pramono Anung membagikan PMT kepada anak-anak sekolah dan ibu hamil di Desa Karangpatihan Kecamatan Balong dan Desa/Kecamatan Jambon.

Presiden berpesan biskuit yang dibagikan itu sebagai makanan tambahan saja dan harus tetap memperhatikan pola makanan yang bergizi.

"Anak-anak harus tetap sarapan tiap pagi, ini hanya tambahan saja," kata Jokowi.

Presiden juga mengingatkan kepada ibu hamil tetap memeriksakan kandungannya ke puskesmas dan balita dicek di posyandu.

"Tapi tetap ditimbang di posyandu, kalau beratnya sudah normal, sudah baik, cuma jangan gemuk banget. Saya ingin anak-anak kita sehat, nanti sekolah yang baik supaya pintar dan cerdas," pesan Presiden.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Nila Moelok mengatakan bahwa indeks gizi anak di Jawa Timur lebih bagus dari angka nasional. Indeks gizi anak nasional 18 dan Jatim 17,2 sedangkan Indeks anak kurus nasional sebesar 12 dan Jatim 11,5. Sedangkan perbandingan berat dan tinggi badan nasional angkanya 29 dan Jatim 27. Sementara angka untuk Kabupaten Ponorogo lebih baik lagi dari provinsi Jatim.

"Di Ponorogo, saya salut dimana statusnya lebih baik lagi dari Jatim," katanya.

Menkes menyebut angka gizi balita jauh diangka 12,3 dibanding provinsi 17,2. Angka anak kurus juga 7,8 sedikit mendekati angka yang disarankan WHO yaitu angka 5. Perbandingan berat dan tinggi badan jauh lebih baik di 19,2 dibawah WHO diangka 20.

"Tapi angka anak gemuk bertambah dibanding angka nasional. Ini angka harus diperhatikan," paparnya. (warok)