Selain Banjir Bajang dan Longsor Ngrayun, Hujan Lebat Ponorogo Juga Sebabkan Longsor di Pulung

PONOROGO (kotareyognews.net) - Panen bencana alam di Bumi Ponorogo saat meemasuki hari ke- 2 Festival Nasional Reyog Ponorogo (FNRP) menyisakan duka dan keprihatinan warga Ponorogo. Diketahui, selain banjir dan longsor di Ngrayun, tanah longsor juga melanda wilayah timur Kota Reyog yaitu kecamatan Pulung, Rabu (28/09/2016).

Sekitar pukul 05.00 WIB, juga telah terjadi tanah longsor di desa Bekiring, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Dua rumah milik Suminto(46) warga dukuh Nguncup RT 02/02 dan rumah milik Slamet (42) warga  RT 03/02 desa Bekiring tertimpa material longsor.

Informasi yang berhasil diperoleh tim kotareyognews.net, bencana tanah longsor ini disebabkan akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah sektar sejak malam hari (27/09/ 2016) mulai pukul 18.30 WIB.

Bahkan tak hanya hujan deras, angin kenjang juga menerpa wilayah kecamatan Pulung. Karena kondisi letak geografis yang sebagian besar wilayah tersebut adalah dataran tinggi dan banyak tebing, pada saat di guyur hujan tanah diwilayah tersebut menjadi tidak kuat menahan posisinya. Apalagi sebelumnya belum terjadi hujab selebat ini.

Karena itulah, akhirnya terjadi longsor di sekitar wilayah tersebut. Beruntung tidak menimpa warga, dab ini diketahui para Korban saat bangun pagi sekitar pkl. 05.00 WIB.

Seperti dialami Rumah Suminto(46) warga dukuh Nguncup Rt/Rw 02/02 Desa Bekiring. Longsor tebing belakang rumah tinggi 8 m lebar 7 m menimpa dapur belakang rumah sebelah kanan hingga menyebabkan kerugian materi sekitar 10 juta.

Korban lain adalah rumah milik Slamet (42) warga dukuh Nguncup Rt/Rw 03/02 Desa Bekiring. Longsor mengenai teras depan rumahnya dengan longsor sekitar 1,5 m tinggi longsor 20 meter, lebar 25 meter. Kerugian yang ditanggung Slamet sekitar 5 juta rupiah.(warok)