Bandit Kecil Gasak Uang Hingga 48 Juta Digiring Ke Mapolres Ponorogo

Empat pelaku pencurian yang melibatkan pelajar SMP
PONOROGO (kotareyognews.net) - Kasus pencurian tampakanya semakin marak terjadi di wilayah Hukum Ponorogo, setelah jajaran Polres Ponorogo berhasil mengungkap beberapa ksus pencurian motor RX King di Jenangan, sejumlah barang elektronik yang melibatkan Mahasiswa dan maling kotak amal yang melibatkan santri. Kali ini kembali jajaran unit reskrim Polsek Sawoo mengamankan empat bandit kecil yang masih berstatus sebagai pelajar SMP, Selasa (11/10/2016).

Informasi yang berhasil dihimpun kotareyognews.net, keempat bocah tersebut ditangkap Polisi lantaran telah melakukan pencurian di sebuah rumah yang lagi ditinggal bepergian oleh penghuninya. Bahkan keempat bandit junior ini menggasak uang sejunlah 48 juta rupiah. Mereka adalah LP (14), AM (15), BK (14), dan MN (14) yang saat ini masih bersekolah di salah satu SMP di Sawoo.

Atas perbuatanya, keempat bocah ini terpaksa harus  digelandang ke Polsek Sawoo yang akhirnya diserahkan ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Ponorogo untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Menurut keterangan Kapolsek Sawoo AKP Gunawan, rumah milik Bonari (63), warga RT: 03, RW: 02, Dukuh Sawoo, Desa/Kecamatan Sawoo merupakan lokasi keempat bocah ini melakukan aksinya. Bahkan dari rumah Bonari, mereka berhasil enggasak uang sejumlah 2,5 juta.

Tak hanya uang, handphone merk Samsung, tablet Evercross, powerbank, 11 kartu perdana kuota, 20 memory handphone dan emas seberat 32 gram juga dibawa kabur keempat bocah ini.

"Total dari semua barang yang dibawa kabur mencapai 48 juta rupiah," ujar Kapolsek AKP Gunawan.

Terungkapnya kasus pencurian yang dilakukan keempat bocah ingusan ini berawal setelah proses penyelidikan yang dilakukan pihak Polsek setempat pada, Selasa (11/10/2016) dini hari hingga akhirnya dilakukan penangkapan terhadap keempat pelajar tersebut.

 "Setelah melakukan penyelidikan, kami langsung lakukan penangkapan dan kami bawa ke Mapolsek. Setelah diintrograsi, mereka akhirnya mengakui perbuatanya," paparnya.

Menurut Gunawan, modusnya pelaku saat mengetahui penghuni rumah tidak ada, mereka mencongkel pintu dengan menggunakan obeng hingga mereka berhasil mengobok-obok seluruh isi rumah. (warok)