Hari Kesaktian Pancasila, Pangdam Ajak Warga NU Ponorogo Waspadai Paham Komunis

PONOROGO (kotareyognews.net) - Seluruh umat muslim keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Ponorogo diminta agar terus bersama-sama meningkatkan kewaspadaan Nasional terhadap bahaya laten. Selain itu juga diharapkan agar tidak mudah terpengaruh dengan paham atau ideologi selain Pancasila.

Hal itu disampaikan Pangdam V Brawijaya Maijen TNI I Made Sukadana dalam sambutanya yang dibacakan oleh Danrem 081/DSJ, Kolonel Inf Piek Budyakto pada acara Pengajian Akbar peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diselenggarakan Kodim 0802/ Ponorogo bersama keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Ponorogo di depan Makodim, Sabtu (08/10/2016) malam.

Disampaikan, peringatan hari kesaktian pancasila merupakan ungkapan penghormatan dan kecintaan terhadap Pahlawan Revolusi atas kejadian 30 Sebteber dini hari. G30 Sebtember merupakan Pemberontakan dan penghianatan PKI yang bertujuan untuk mengganti ideologi Pancasila menjadi Komunis.

"Peringatan ini sekaligus mengingatkan kita untuk terus  mewaspadai terhadap bahaya laten yaitu Komunisme. Karena Komunis akan tetap menjadi musuh bersama kita. Dan kita harus terus bersama meningkatkan kewaspadaan Nasional agar tidak mudah terpengaruh dengan ideologi lain selain Pancasila," ujarnya.

Sebagai bangsa yang sarat pengalaman dalam perjuangan menegakkan dan mempartahankan keutuhan NKRI, Lanjut Budyakto, seluruh elemen masyarakat harus selalu waspada terhadap upaya - upaya yang ingin mengembangkan lagi ideologi komunis di bumi Nusantara. Bahkan faham komunis harus diwaspadai karena bukan tidak mungkin mereka memanfaatkan faham radikal yang berkembang saat ini, misalnya faham ISIS.

"Sebagai bangsa yang besar dan Pancasila yang merupakan ideologi dan Falsafah Negara maka harus Pancasila yang tetap menjadi pegangan untuk menata bangsa ini yang lebih baik," tegasnya.

Oleh karena itu, melalui kesempatan tersebut pihaknya mengingatkan kepada seluruh umat Islam yang hadir dalam Mulidur Rosul tersebut agar ikut menjaga, memelihara dan dan mempertahankan Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika  dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara.

"Mari kita tingkatkan kewaspadaan dengan mengenang tragedi nasional G30s PKI dengan nilai nilai kepahlawanan seperti jiwa, tekat yang ditunjukkan oleh pahlawan Revolusi," ajaknya. (warok)