Innalillahi, Pahlawan Devisa Asal Ponorogo Meninggal di Hongkong Jatuh Dari Lantai 11

PONOROGO (kotareyognews.net) - Kabar duka kembali menyelimuti Bumi Reyog, daerah pemasok Tenaga Kerja Indonesia (TKI) terbesar di Karesidenan Madiun. Pasalnya, seorang TKI/TKW yang belum lama mengais rejeki di Hongkong dikabarkan meninggal dari sebuah gedung apartemen  di Avigon Tuen Mun, Hong Kong tempat dia bekerja, Minggu (09/10/2016) waktu setempat.

Dilasir dari situs berita Suarabmi, TKW asal Ponorogo tersebut bernama Dhinia Sabatini. Diketahui, dia baru saja bekerja di Hongkong terhitung kontrak kerjanaya pada 20 Mei 2016 hingga 20 Mei 2018 mendatang.

“Benar, pihak kami sudah mendapat kabarnya berita duka tersebut. Dia PRT bernama Dhinia Sabatini, asal Ponorogo, Jatim, ndonesia,” kata staf Fungsi Tenaga Kerja Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong, Agustaf Ilias seperti ditulis di laman suarabmi.com.

Sebelum mengakhiri hidupnya, Dhini sempat menulsi sebuah surat yang isinya mengatakan bahwa ditempatnya bekerja dia merasa tertekan oleh majikannya. Akibat merasa tertekan dengan majikan dan pekerjaanya tersebut menyebabkan TKW yang baru bekerja sekitar tiga bulan dua minggu ini terpaksa mengakiri hidupnya.

"Dia TKW asal Ponorogo, dan bekerja di lantai 11. Saya sendiri bekerja di lantai 7. Apa yang jadi motifnya sehingga dia terjatuh masih simpang siur. Namun sekitar empat hari lalu, dia menelpon saya, tapi karena karena kesibukan saya, belum sempat angkat telephon dia,"ujar salah satu rekanya yang bekerja di satu apartemen lain lantai.

Sedangkan menurut Polisi setempat, TKW tersebut masih terbilang baru dengan majikannya. Sebuah sumber dari Polisi mengatakan bahwa TKW asal Ponoroho tersebut diduga stress karena merindukan kampung halaman di Indonesia. (warok)