Jagong Keris di Ponorogo Dihadiri Perwakilan Pelestari Tosan Aji Seluruh Nusantara

PONOROGO (kotareyognews.net) -  Para pelestari Tosan Aji atau Besi Aji dari  seluruh Nusantara mengadakan kegiatan Rembug dan Jagong keris Nusantara di Tambak Kemangi Resort Ponorogo. Ini merupakan kegiatan pelesatari Besi Aji untuk tetap exsis dalam melestarikan warisan budaya Nusantara, Selasa (04/09).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 17.00 ini selain untuk bersilatirahmi, juga untuk membentuk program kerja para pelestari besi aji terkait langkah kedepan dalam memberikan sosialisasi dan pemahaman terhadap masyarakat tentang beai aji.

"Rembug dan Jagongan Keris Nusantara ini kita selenggarakan bertujuan untuk membentuk suatu wadah bagi pelestari besi aji yang akhirnya kita sepakat membentuk Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara (SENAPATI Nusantara)," terang ketua harian Senapati Nusantara MN Hidayat.

Menurut Nur Hidayat, Senapati Nusantara yang baru terbentuk ini nantinya akan menjadi suatu wadah komunikasi dan yang akan menjadi media kerjasama antara serikat dan semua pihak yang berkepentingan dengan besi aji,"ujarnya.

Selain itu, lanjut Nur Hidayat, Senapati Nusantara juga sebagai wadah untuk melestarikan dan mengembangkan kegiatan yang mendukung produktifitas Tosan Aji Nusantara melalui kegiatan yang relevan yang nantinya akan menjadi motor dalam gerakan edukasi untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang Tosan Aji.

Lebih lanjut, menurut Pelestari Besi Aji asal Surabaya ini mengatakan bahw dalam benda pusaka budaya yang ada di Nusantara ini sebetulnya memiliki nilai filosofi sendiri - sendiri yang perlu di fahami. Banyak masyarakat yang melum memahaminya namun mereka asal claim dengan berbagai alasan termasu sirik dan lain-lain.

Satu misal dalam islam asuro atau hijriah, disana harusnya ada semangat hijrah ke yang lebih baik. Kita mensyukuri nikmat allah yang diberikan kepada kita dengan selamatan atau shodaqohan. Dan membersikan pusaka yang sebetulnya pembersihan pusaka tersebut merupakan makna pengejowantahan dari diri kita.

"Kita melakukan penyucian pusaka sebetulnya arahnya kepada diri kita pemilik puska untuk mensucikan hati. Ini yang tidak di fahami oleh masyarakat awam,"paparnya.

Saat ini, diakui bahwa dari pemilik keris memang kurang ada sosialisasi terkait hal tersebut kepada masyarakat awam. Kadang pera pelestari keris hanya melakukanya kegiatanya saja tanpa ada penjelasan kepada masyarakat terkait makna kegiatan yang dia lakukan.

"Kedepan kita dari insan perkerisan akan mencoba memberikan sialisasi yang lebih baik kepada masyarakat luas sehingga kesalah fahaman maupun ketidak tahuan itu pelan-pelan akan biasa dihilangkan," paparnya.

Disinggung langkah apa yang akan dilakukan 'Senapati Nusantara', Hidayat menjelaskan bahwa pihaknya angkan melakukan sosialisasi dengan kegiatan pameran edukatif,  membantu musium keris yang sedang dibangun di solo, meminta pemerintah pusat untuk membuat gerakan satu desa satu keris, meminta rekomendasi dari kementrian pariwisata karena keris merupakan salah satu dari warisan budaya Nusantara selain wayang, dan batik.

"Sosialisasinya yaitu menunjukkan makna nilai falsafah dari keris itu sendiri kepada masyarakat, terutama makna dari pamor dan dapur. Yang terpenting adalah kita akan mengubah cara pandang masyarakat warisan budaya yaitu keris maupun besi aji," pungkasnya. (*)