Pengajian Akbar di Kodim Ponorogo Selain Peringati Hari Kesaktian Pancasila Juga Awal Kegiatan Peringatan Hari Santri Nusantara

PONOROGO (kotareyognews.net) - Pengajian akbar bersama Majelis Maulidur Rosul, SAW  yang rencananya menghadirkan bersama Habib Maulana Muhammad Luthfi Bin Yahya Assegaf dan akhirnya dihadiri oleh sang putra Habib Ali Zainal Abidin Assegaf dan Kyai Haji Abdullah Saad dari Pekalongan ini merupakan kegiatan Nahdlatul Ulama (NU) Ponorogo bersama Kodim 0802. Pengajian Akbar inj dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila sekaligus mengawali rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Santri Nusantara yang jatuh pada tanggal 22 Oktober mendatang.

Hal itu disampaikan ketua panitia Pengajian Akbar Maulidur Rosul, SAW dr. KH Lidfi Adli Amin dalam sambutanya mewakili Panitia dan Ketua NU Cabang Ponorogo Fatchul Azis dihadapan ribuan jamaah di depan Makpdim Ponorogo, Sabtu (08/10/2016) malam.

Menurut dr. KH Ludhfi Adli, kegiatan Sholawat bersama Majelis Maulidu Rosul kali ini diharapkan menjadi saranah wasilah dan semoga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diberi keamanan, ketentraman sehingga menjadi Negara yang baldatun toiyibatun warobbun ghofur.

Selaku panitia, KH Ludhfi Adli menyampaikan ungkapan terimakasih kepada semua pihak khususnya keluarga besar Kodim 0802 Ponorogo, Pemerintah Kabupaten Ponorogo, seluruh pengurus NU dan banom-banomnya serta para donatur.

"Semoga ini semua menjadi sumbangsih yang bermanfaat, maslahat fiddunya wal Akhirat," ujarnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa kegiatan Pengajian Akbar bersama Majelis Sholawat Maulidur Rosul kali ini mengambil tema 'Dengan Semangat Kesaktian Pancasila Kita Teguhkan NKRI Dalam Bingkai Ahlussunah wal Jamaah', hal ini sudah menjadi komitmen NU untuk menegakkan NKRI bersama TNI dan Polri.

Selain itu, menurut KH Ludhfi, kegiatan tersebut selain dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila, juga merupakan awal dari rangkaian kegiatan hari santri yang jatuh pada tanggal 22 oktober mendatang.

"Ini sekaligus memperingati resolusi jihad yang di canangkan oleh KH Hasim Ashari," paparnya.

Menurutnya, dalam kegiatan peringatan Hari Santri nanti akan diadakan kegiatan pengobatan gratis pada tanggal 13, dialnjutkan pada tanggal 16 akan diadakan penyambutan kitab Resolusi Jihad dari Trenggalek ke Tegalsari. Tanggal 18 Oktober akan digelar lomba baca kitap dan pildacil, tanggal 19-20 lomba futsal, tanggal 21 malam alan diadakan legiatan Sholawat Nariyah 1 milyar.

"Puncak acara tanggal yaitu tanggal 22 Oktober dengan kegiatan apel hari santr yang juga akan diselenggarakan kegiatan jalan santai santri dengan berpakaian sarung," Pungkasnya. (warok)