PKL Ponorogo: Goro - Goro 40.000 Uripku Sengsoro

PONOROGO (kotareyognews.net) - Goro-goro 40.000 Uripku Sengsoro, begitulah sebuah poster yang menjadi perhatian kotareyognews.net dalam aksi demo unjuk rasa ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) Ponorogo di Pemkab dan depan Kantor DPRD Ponorogo, Jumat (28/10/2016)

Para PKL ini menggugat rencana Pemerintah Daerah yang akan merelokasi PKL ke Jalan Suromenggolo. Karena jika itu terjadi, mereka para PKL dipercaya bakal kesulitan mencari makan, pasalnya lokasi Jalan Suromenggolo sangat sepi.

Dalam aksinya, ratusan PKL ini membawa berbagai sepanduk dan poster yang bertuliskan kekecewaan terhadap Pemerintah saat ini yang terkesan diktator. Diantara poster para peserta unjuk rasa ini adalah

'Pedagang Kaki Lima Menolak Relokasi di Jalan Baru, Senyum Ipong Derita PKL, Goro - Goro 40.000 sengsoro Uripku, IPong Dadi Ratu PKL Mati Kaku, Bupati Tanpa Hati Nurani. Bupati Ipong Teko PKL Sengsoro, dan lain lain.

Bahkan peserta unjuk rasa ini juga mrnggelar treaktikal di depan kantor DPRD Ponorogo. Aksi itu menggambarkan kekerasan petugas pemerintah daerah saat ini kepada PKL.

"Kami Pedagang Kaki Lima Menolak Relokasi di Jalan Baru. Dengar suara kami pak Ipong, katanya dulu kamu akan mensejahterakan Rakyat tapi kenyataanya mana," ujar salah satu orator.

Tak hanya itu, para PKL ini juga mengancam akan menduduki dan menginap di rumah Bupati Ponorogo, dan jika digusur saat jualan, mereka akan melakukan perlawanan kepada petugas Pol PP yang nanti akan menggusur mereka.

Salah satu kooordinator aksi Boni kepada awak media mengatakan bahwa dia berharap bupati bisa duduk bersama dan jangan asal memberi kebijakan yang menyengsarakan warga khususnya PKL. Para PKL minta bisa duduk bersama mencari solusi. Dia mengaku akan rugi dan tidak mendapat rejrki dengan lokasi PKL yang disediakan pemerintah di Jalan Suromenggolo. Pasalnya, lokasi tersebut sepi pengunjung dan sangat sempit, sedangkan jumlah PKL ratusan.

"Kami akan merugi jika dipindah ke Jalan Baru. Kami bekerja demi sesuap nasi untuk biaya sekolah dan makan bagi anak isti keluarga kami. Kami orang Ponorogo Asli Pak Ipong, mana hati nuranimu? Katanya ingin mensejahterakan Ponorogo? " ujar Boni Pramono. (warok)