Polres Ponorogo Telusuri Penyebar Broad Cast Permen Jari Mengandung Narkoba

PONOROGO (kotareyognews.net) - Menyebarnya isu tentang bahaya permen jari yang membahayakan dan membuat anak kecanduan beredar cepat melalui broad Cast BBM maupun WatsApp begitu cepat. Khususnya di Ponorogo, hampir semua orang telah menerima broadcast dari teman mereka.

Isi dari broad cast yang beredar di Ponorogo mengatakan bahwa telah terjadi seorang anak yang mengonsumsi permen jari hingga menyebabkan tertidur hingga dua hari seperti kecanduan. Bahkan saat terbangun anak itu minta permen jari. Dijelaskan dalam broad cast yang menyebar dari Handphone ke handphone tersebut bersumber dari Kapuskesmas Kauman Sumoroto.

Broad cast tersebut menyebar sekitar satu minggu terakhir di Ponorogo dan sekitarnya. Hingga masyarakat merasa resah akibat dihantui pesan berantai tentang permen narkoba yang bisa menidurkan anak hingga dua hari tersebut.

Sedangkan informasi terakhir yang diterima kotareyognews.net, kabar tersebut ternyata bohong. Kepala Puskesmas Kauman Sumoroto sendiri, Dr Yunita menyatakan bahwa pesan yang menyebar di WhatsApp, BBM Facebook tersebut tidak benar.

Bahkan dia menyatakan tidak ada kejadian anak kecanduan permen jari yang dirawat di puskesmas sumoroto. Justru dia baru mengetahui pesan abal-abal yang mengatasnamakan jabatannya tersebut dari kepala Dinas Kesehatan Ponorogo.

Penasaran dengan asal muasal pesan tersebut, Yunita mencari tahu dengan menanyakan ke Dinas Pendidikan dan Polsek Sumoroto. Dari dua sumber itu, disebutkan bahwa tidak ada penemuan permen Jari di wilayah Kauman Sumoroto.

Kasubbag Humas Polres Ponorogo, AKP Sudarmanto, mengatakan, aparat kepolisian saat ini sedang menyelidiki mengenai informasi dan kebenaranya. Dan sampai saat ink, dari hasil dikroscek di lapangan, ternyata informasi tersebut tidak benar.

Dia juga mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang mencari pelaku penyebar informasi palsu (hoax) tersebut. Kendati demikian, dia juga meminta para orangtua agar berhati-hati jika membelikan jajanan lepada anak mereka. (warok).