Tak diberi Tempat Jualan Di Alun-alun Ponorogo, PKL dan LSM Unjuk Rasa

PONOROGO (kotareyognews.net) - Merasa tak diberi kesempatan oleh Bupati Ponorogo Ipong Muschlissoni, Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di area Alun-alun Ponorogo menggelar aksi unjuk rasa bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Jumat (30/09/2016).

Pantauan kotareyognews.net, sejumlah massa PKL dan LSM yang jumlahnya sekitar seratus limapuluh peserta ini menggelar orasi di depan gedung DPRD Ponorogo mereka megecam kebijakan Bupati Ipong yang dirasakan menyengsarakan pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di alun alun Ponorogo.

"Kami sangat kecewa, kita pedagan kaki lima tidak bisa mengais rejeki di kegiatan grebeg suro yang merupakan pesta rakyat kecil sejak zaman dulu hingga," ujar salah satu PKL yang enggan disebut namanya.

Sementara itu, koordinator aksi Sunardi Gondrong mengatakan bahwa yang diinginkan masyarakat ponorogo dari kalangan bawah dan menengah, event grebeg suro adalah pesta rakyat. Yang jelas even grebeg suro adalah pesta rakyat dan jangan mengkomersilkan event Grebeg Suro Ponorogo ini.

"Dari awal suro mulai dari Bupati Subarkah sampai sekarang janhan ada perubahan. Jangan Grebg suro ini di komersilkan yang disana ada hitung-hitungan untung rugi," ujarnya.

Menurut ketua LSM Wengker ini, Bupati dianggap tidak punya perhatian terhadap rakyatnya. Dari rakyat kecil yang ada di sekeliling alun-alun termarginalkan (tersisihkan) padahal mereka semua warga Ponorogo.

"Bohong jika Bupati dan jajaranya punya perhatian terhadap rakyat kecil. Dari rakyat kecil yang ada di sekitar alun-alun mereka tidak dapat mengais rejeki. Para pedagang menuntut mereka bisa berjualan lagi. Pagar besi harusnya dibongkar, kalau tidak berarti ya para pejabat raigedek kaya pagar itu mas," ujarnya. (warok)