Terungkap, Warga Ponorogo Ternyata Banyak Yang Jadi Pengikut Kanjeng Dimas

Dimas Kanjeng (doc: youtube)
PONOROGO (kotareyognews.net) - Mencuatnya pemberitaan di berbagai media massa yang menyatakan Kanjeng Dimas Taat Pribadi telah di giring ke Mapolda Jatim atas kasus pembunuhan kedua pengikutnya akhir-akhir ini menjadi firal pembicaraan di berbagai kalangan. Khususnya di Ponorogo, berbagai tempat seperti warung, pasar, maupun tempat pertemuan warga topik pembicaraanya tak lepas dari sososk si Pengganda uang.

Bahkan obrolan warga Ponorogo bahkan sudah sampai sejauh mana dan seberapa besar pengaruhnya Kanjeng Dimas di Kota Reyog sendiri. Seperti dilasir dari berbagai media, berdasarkan keterangan Kapolres Ponorogo menjelaskan bahwa tidak sedikit warga Kabupaten Ponorogo yang menjadi korban penipuan penggandaan uang Kanjeng Dimas Taat Pribadi.

Mereka satu-persatu mulai berdatangan ke Mapolres Ponorogo guna melaporkan kasus penipuan yang dilakukan Kanjeng Dimas Taat Pribadi. Mereka rata-rata melapor karena sudah setor uang ke agen-agen atau pengepul Kanjeng Dimas di Ponorogo namun mereka belum mendapatkan hasil apapun dari sejumlah uang yang mereka keluarkan.

Menurut Kapolres Ponorogo, AKBP Harun Yuni Aprin, dalam keteranganya menyatakan kebenaran atas benyaknya korban Kanjeng Dimas di Ponorogo. Bahkan sampai detik ini sudah ada laporan yang masuk ke Polres dari dua warga Ponorogo yang mau melaporkan ke pihak Polres.

"Benar, dua warga Ponorogo telah lapor ke pihak kami terkait kasus penipuan penggandaan uang oleh Kanjeng Dimas. Kita masih melakukan proses penyelidikan (lidik)," paparnya.

Menurut AKP Harun, kedua korban dari Ponorogo ini menurut keterangan tidak terlalu banyak menyetor uang kepada pengepul Dimas Kanjeng. Mereka hanya setor satu jutaan saja  dan yang satunya mencapai lima juta.

Menurutnya, masih banyak korban dimas kanjeng dari Ponorogo, bahkan dari pantauan Polres Ponorogo terdapat ratusan warga Ponorogo yang menjadi korban penipuan Dimas Kanjeng.

"Warga yang melapor baru dua, namun dari tim kami telah medeteksi ada ratusan, tapi mereka kebanyakan enggan lapor kemungkinan besar karena mereka malu,"ujar Harun.

Menurutnya, warga Ponorogo ada yang menjadi agen yang tugasnya mencari pengikut sebanyak banyaknya. Pihak Polres sudah mendeteksi hal itu, mereka setiap agen membawahi beberapa wilayah. Namun puhak Polres Ponorogo masih belum bisa menjelaskan siapa-siapa mereka karena masih dalam penyelidikan. (warok)