Bom Yang Ditemukan di Candi Mlarak Ponorogo Diduga Peninggalan Belanda

PONOROGO (kotareyognews.net) - Penemuan Bom aktif oleh petani dari Desa Candi, Kecamatan Mlarak, Ponorogo pada Senin, (07/11/2016) diduga peninggalan Belanda pada masa penjajahan. Sebanyak empat mortir ditemukan oleh Sujud dan rekanya Senin sedang mencangkul di sawah.

"Saat saya mencangkul, tiba tiba menghantam benda keras. Kami penasaran dan langsung menggalinya dan ternyata sebuah benda mirip Bom. Kami langsung melaporkan ke perangkat Desa," ujarnya.

Laporan Sujud tersebut langsung diteruskan kepada petugas Polsek dan Koramil kecamatan Mlarak. Setelah itu anggota Kodim 0802 Ponorogo, Jawa Timur, bersama aparat kepolisian Polres Ponorogi menggelar operasi pembongkaran benda yang diduga Bom tersebut.

Dari hasil pembongkaran, petugas berhasil menemukan sebanyak 10 mortir Bom aktir di lahan perhutani desa Candi, Mlarak tersebut. Mortit tersebut langsung dievakuasi ke tempat yang lebih aman hingga tim jihandak Polres Ponorogo datang melakukan identifikasi dan sterilisasi.

Tak lama kemudian datang Tim jihandak Polres Ponorogo dan langsung melakukan identifikasi terhadap benda kuno tersebut. Menurut Aiptu Lagianto usai melakukan identifikasi dan menyatakan jenis mortir tersebut sudah aman dan tidak membahayakan.

Diketahui, lokasi penemuan mortir zaman Belanda tersebut tepatnya di lahan milik perhutani dukuh Pehpadan, Desa Candu, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo. Petugas menyampaikan apresiasi karena masyarakat cepat tanggap dan segera melaporkan penemuan tersebut. (warok)