UNMUH Ponorogo Gelar Dialog Dengan Mayjen Purn Kivlan Zein

Mayjen Purn Kivlan Zein saat menjadi Nara sumber
di UNMUH Ponorogo
PONOROGO (kotareyognews.net) - Semangat mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UNMUH) Ponorogo dalam mengantisipasi munculnya gerakan-gerakan anti Pancasila patut diacungi jempol. Ini dibuktikan dengan digelarnya Dialog Kebangsaan bersama Mayjen (Purn) Kivlan Zein, S.Ip, M.Si di Aula Lantai 4 Gedung Rektorat Unmuh Ponorogo,  Minggu (13/11/2016).

Acara yang mengambil tema “Mewaspadai Kebangkitan Komunisme Gaya Baru di Indonesia” ini diikuti oleh satu-satunya narasumber yaitu Mayjend (Purn) Kivlan Zein dan seluruh lembaga yang ada di Universitas Muhammadiyah Ponorogo diantaranya:  Pimpinan Pusat Dakwah Muhammadiyah, Ormas Islam, Pimpinan Unmuh beserta jajaran dan puluhan umat Islam di wilayah kabupaten Ponorogo.

Sementara itu dalam paparanya Mayjend (Purn) Kivlan Zein mengatakan bahwa Komunis yang pernah tumbuh subur di Indonesia melalui organisasinya yaitu PKI merupakan bahaya laten yang bisa saja berkembang lagi di NKRI. Bahkan tidak menutup kemungkinan PKI bakal berkuasa kembali, ditandai dengan munculnya bibit-bibit kebangkitan melalui symposium di Jakarta yang menuntut pemerintah meminta maaf kepada korban pembunuhan anggota PKI oleh TNI saat itu.

“Kita lihat saat ini keturunan dan partisipan aktif PKI terus berusaha menuntut balas dengan berbagai cara memutar balikkan fakta termasuk menjadi anggota partai, KPU, bahkan menjadi pejabat-pejabat daerah serta berada di lingkaran kekuasaan pemerintah baik di daerah maupun pusat," ujar Kivlan Zein.

Lebih lanjut Kivlan menjelaskan bahwa pentingnya membuat Gerakan Bela Negara (GBN) untuk menyelamatkan Indonesia dari Komunisme, Terorisme, Narkoba dan bahaya-bahaya lain yang mengancam eksistensi NKRI.

"Jika sedikit saja kita lengah maka komunisme akan menguasai politik nasional di Indonesia pada pemilu 2019, saat ini mereka menyusun kekuatan dengan memanfaatkan kelemahan pemerintahan Presiden Joko Widodo," tandasnya.

Kivlan meminta meminta kepada seluruh umat Islam agar tetap waspada dan terus bersatu saling bekerja sama dalam mewaspadai kebangkitan komunisme, karena paham komunisme di Indonesia jelas-jelas  berlawanan dengan ideologi Pancasila.

Sementara itu Rektor Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Drs H. Sulthon, M.Si menyampaikan apresiasi pemaparan dari Lejen Purn Kiflan Zein. Dia mengajak kepada warga Muhammadiyah khususnya, dan umat Islam pada umumnya untuk tatap teguh menjaga persatuan dan kesatuan. Dia berharap untuk meninggalkan perbedaan-perbedaan yang ada yang bisa dimanfaatkan oleh pihak lain untuk memecah belah umat Islam.

"Mari kita lupakan perbedaan kecil demi kepentingan umat Islam dan bangsa Indonesia. Dan mari kita maksimalkan potensi kita masing-masing untuk saling mengisi dan melengkapi kekurangan demi menuju kesempurnaan dan persatuan umat Islam sehingga kita menjadi satu kekuatan besar yang tidak bisa dipecah belah dan di adu domba," pungkasnya.(warok)