Alfamart Digugat Gara-gara Uang Kembalian yang Katanya Disumbangkan

PONOROGO (kotareyognews.net) - Para konsumen pelangan Alfamart baik yang ada di Kabupaten Ponorogo dan seluruh Indonesia tentunya tidak asing lagi tentang uang kembalian yang disumbangkan saat kita berbelanja di Alfamart. Gimana perasaan dan fikiran anda? tentunya bermacam-macam bukan?

Biasanya kasir yang ada di Alfamart begini saat uang yang kita bayarkan belanjaan kita ada sedikit sisa. “Kembaliannya mau disumbangkan?” itulah hal yang bisa dipastikan jadi pertanyaan sang kasir.

Nah dengan kasus tersebut, baru-baru ini salah seorang laki-laki warga Tangerang Selatan yang diketahui bernama Mustolih menanyakan perihal ke mana larinya uang kembalian dia yang sering disumbangkan melalui kasir Alfamart. Pertanyaan tersebut tentunya wajar ditanyakan karena mekipun jumlahnya sedikit namun yang pasti uang tersebut benar-benar diberikan pada orang yang betul-betul membutuhkan atau tidak.

Seperti dilansir kotareyognews.net dari situs it.avatar-nusantara.com, pada Senin (19/12) lalu merilis tentang Mustholih yang melaporkab perihal sumbangam ke Alfamart tersebut ke Komisi Informasi Pusat (KIP).

Mustolih menggugat pada pihak Alfamart dan gugatan dia pun dikabulkan oleh KIP. Piihak KIP langsung mewajibkan Alfamart untuk membuka secara transparan tentang ke mana larinya uang kembalian Mustolih maupaun konsumen yang merasa sering berbelanja di minimarket tersebut.

“Setiap kali bayar, kasir Alfamart selalu bertanya, apakah mau nyumbang? Lalu, saya selalu tanya balik. Kalau saya sumbang uang sumbangan masuk ke struk belanjaan? Kasir bilang tidak dan nanya balik memang kenapa? Saya jawab kalau sumbangan dicatat struk belanja silahkan ambil, kalau tidak jangan coba ambil uang saya,” Terang Mustholih yang berprofesi sebagai pengacara seperti dikutip Avatar Nusantara.

Karena penasaran, Mustolih pun mencoba mencari jawaban tentang kemana larinya uang sumbangan lewat Alfamar di internet. Tapi usahanya untuk menemukan penjelasan di internet tidak bikin dia puas. Dia akhirnya mengajukan bentuk surat ke Direktur Alfamart, dan surat itu pun dibalas oleh SAT (badan publik dan gerai toko Alfanart). Tapi jawaban tersebut juga tidak memuaskan bagi Mustolih.

Karena berbagai jawaban tidak membuat dia puas akhirnya Mustolih membawa masalah ini ke KIP. Dia menggugat pihak Alfamart yang telah menggunakan sebagian uang kembalian dari konsumen untuk CSR perusahaan yang menurut Mustolih harusnya CSR menggunakan keuntungan perusahaan.

Sebenernya SAT juga menyalurkan senilai lebih dari Rp 33 miliar lewat 9 program yang dikelola sama 8 yayasan. Dana donasi dari 1 Januari hingga 30 September 2016 udah sebanyak Rp 21,1 miliar. Banyak juga ya.

Dan kini SAT punya waktu dua minggu buat mengajukan keberatan setelah KIP mewajibkan SAT untuk menginformasikan ke mana larinya uang kembalian konsumen. (warok)

Sumber: Tempo