Anak Muda, Hati-hati Cipok Leher Pacar, Akibatnya Bisa Fatal

Cipok leher yang bisa menyebabkan kematian
PONOROGO (kotareyognews.net) - Diakui atau tidak, anak muda zaman sekarang pernah pacaran dan pernah berciuman hingga cipok leher sang pacar hingga memerah. Meskipun hal itu dilarang keras oleh agama, namun tak sedikit anak muda sekarang yang menganggapnya biasa.

Bahkan banyak dari mereka para anak muda ini yang tak malu-malu menunjukkan kemesraan di depan umum. Meskipun status belum menikah seakan tidak jadi masalah bagi mereka kawula muda.

Namun apa jadinya jika gaya pacaran mereka ini sebetlulnya bisa membawa petaka. Seperti dilansir di laman situs berita TribunStyle.com, menceritakan sebuah fenomena yang terjadi pada seorang pemuda asal Meksiko.

Dia meninggal setelah mendapat ciuman dari sang pacar saat mereka berpacaran. Dilansir TribunStyle.com dari mirror.co.uk, seorang remaja Meksiko tersebut dilaporakan telah tewas setelah mendapat ciuman di leher, atau yang dikenal cipok dari pacarnya.

Akibat cipok tersebut tersebut justru mengakibatkan Julio terserang stroke secara mendadak.

Diceritakan, saat itu sore hari Julio pulang setelah berkencan dengan sang pacar. Dia ikut makan malam bersama keluarga di rumahnya di kota Meksiko. Namun apa yang terjadi, Julio tiba-tiba kejang saat berada di meja makan.

Keluarga yang mengetahui hal tersebut segera menghubungi rumah sakit untuk meminta bantuan. Tak berselang lama, tenaga medis datang ke lokasi tempat kejadian, namun saat mereka datang Julio Macia Gonzalez (17) sudah  tak tertolong.

Dari keterangan medis, Isapan dari ciuman di leher ini Julio menyebabkan gumpalan darah mengalir ke otak hingga menyebabkan ia terserang stroke mendadak.

Sejak lejadian itu, kekasih Julio yang berusia 24 tahun juga diketahui menghilang. Orang tua Julio terang-terangan menyalahkan perempuan itu atas kematian anak laki-laki mereka.

Dari benerapa sumber, ternyata kasus seperti ini bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya, seorang perempuan berusia 44 tahun juga mengalami lumpuh sebagian setelah terserang stroke akibat kejadian serupa. Dia tidak bisa menggerakkan tangan kirinya setelah aksi romantisnya dengan sang pacar.

Seorang dokter rumah sakit Auckland's Middlemore, Selandia Baru, adalah dokter pertama yang menangani kasus seperti ini.

Dr Teddy Wu menjelaskan bahwa cupang atau cipok di leher menyebabkan rusaknya arteri utama di bagian yang dicium. Isapan yang dilakukan bisa menciderai arteri utama hingga menyebabkan gumpalan darah.

Darah yang menggumpal tersebut bisa mengalir ke otak dan jantung hingga menyebabkan stroke. Dalam kasusnya, perempuan tersebut kemudian diobati dengan Walfarin, atau semacam obat antikoagulan yang berguna untuk mencegah terjadinya pembekuan darah yang membahayakan nyawa korbanya. (warok)