Pengambilan BB R2 di Polres Ponorogo, Pemilik Harus Kembalikan Motor Sesuai Spek

PONOROGO (kotareyognews.net) - Operasi Zebra Tahun 2016 telah digelar oleh jajaran Satlantas Polres Ponorogo. Sedikitnya, sebanyak 28 unit kendaraan bermotor roda dua (R2) telah diamankan karena tidak sesuai dengan spek. Mereka rata-rata menggunakan knalpot brong, tanpa dilengkapi spion dan berbagai pelanggaran kasat mata lainya.

Menurut Kasatlantas Polres Ponorogo AKP Imam Mustolih, sebanyak 28 unit barang bukti (BB) sepeda motor telah diamankan sekitar 20 hari.

"Ini merupakan hasil dari pelaksanaan operasi patuh kemarin. Dimana sasaran kita adalah pelanggaran kasat mata, yang mana motor yang kita lakukan penindakan adalah mereka yang tidak sesuai spek, misalnya yang tidak memakai sepion, kenalpot brong yang busa menimbulkan polusi udara dan suara maupun pelanggaran lain,"terang Kasat Lantas AKP Imam Mustholih.

Menurutnya, penindakan dan penahaman terhadap 28 sepeda motor tersebut dilakukan hingga ada keputusan dan denda dari pihak pengadilan. Setelah mereka mendapatkan dan menyelesaikan sesuai dengan vonis atau denda yang di jatuhkan, mereka bisa mengambil motor mereka dengan kewajiban para pelanggar yaitu mengembalikan kendaraan sesuai spek kendaraan mereka.

"Hari ini, Rabu (21/12/1/2016) merupakan realisasi dari apa yang telah kita himbau kepada mereka, dan mereka diperbolehkan mengambil kendaraan mereka mulai pukul 13.30 WIB hari ini, dengan syarat kendaraan mereka sudah kembali sesuai spek,"papar Imam.

Dikatakan Imam, kegiatan penindakan terhadap pelanggar lalu lintas merupakan kegiatan yang kontinyu dan rutin berkelanjutan. Diarapan dengan adanya program yang disebut Traffic Law Enforcement terapi akan mampu meningkatkan kesadaran bagi masyarakat agar timbul kamseltibcarlantas yang kondusif di Ponorogo dan mampu menekan angka laka lantas.

"Traffic Law Enforcement terapi, didalamnya merupakan penegakan hukum untuk menimbulkan efek jera dan terapi yang tujuanya untuk menimbulkan kesadaran tentang tertib berlalu lintas. dengan Program ini kita sampaikan bahwa tertib berlalu lintas merupakan kebutuhan kita semua,"paparnya.

Lebih lanjut, Imam menjelaskan bahwa salah satu penyebab terjadinya kecelakaan salah satu faktor utamanya adalah human error, kelengkapan kendaraan, dan termasuk kenalpot brong.

"Hasil penindakan dalam Operasi Zebra 2016 ini rata - rata mereka masih usia produktif. mereka melakukan kegiatan kumpul - kumpul dengan melakukan tes drive atau balapan liar,"ujarnya.

Dia berharap, dari penindakan tersebut bisa menimbulkan efek jera bagi para pelanggar. Selain itu pihaknya juga berharap masyarakat juga ikut berpartisipasi dan peran aktif dengan cara mengingatkan atau segera melaporkan kepada petugas. (warok)