Tanah Gerak Ponorogo, Damin: Kalau malam saya Pindah kerumah Anak, Siang Pulang Lagi

Rumah Damin yang mulai timbul retakan

PONOROGO (kotareyognews.net) - Bencana alam tanah gerak yang terjadi di desa Tugurejo, kecamatan Slahung, kabupaten Ponorogo menimbulkan keprihatinan. Pasalnya, warga yang rumahnya terkena bencana ganah gerak tersebut tidak berani menggunakan rumah mereka untuk tidur pada malam hari.

"Kalau malam saya dan istri saya pindah kerumah anak saya  di atas sana. Siangnya kita balik lagi kerumah," ujar Damin ditemani istri Paijem saat ditemui kotareyognews.net.

Menurutnya, dia terpaksa harus pergi dari rumah saat petang datang lantaran takut terjadi bencana susulan yang bisa merobohkan rumah mereka saag sedang tidur. Rumah Damin yang ditempati bersmama istrinya ini sudah jenol dibagian dapur.

Saat ini juga terdapat retakan - retakan pada dinding rumah. Mulai dari lantai, tembok dan serambi rumah mulai terlihat retakan membelah lantai dari timur laut ke arah barat daya.

"Kami takut tidur di rumah, takit pas lagi tidur bencana datang dan kita tertimpa rumah," ujarnya.

rumah warga Tugurejo yang telah dirobohkan
Diketahui, bencana tanah retak menerjang desa Tugurejo, kecamatan Slahung, Ponorogo sejak tiga tahun silam. Sebanyak 31 Kepala Keluarga (KK) di Dukuh Krajan, RT: 1, RW : 2. terkena dampak dari tanah retak tersebut.

Bahkan sebanyak 6 (enam) KK saat ini sudah membongkar rumah mereka karena saking parahnya. 6 KK tersebut saat ini sudah pindah tempat dengan membeli tanah agak jauh dari lokasi.

Sedangkan 7 (tuju) KK juga sudah pindah ke tanag milik mereka yang posisinya dirasa lebih aman. Namu ada juga yang masih bertahan di rumah mereka sebanyak 18 KK. Mereka terpaksa harus bertahan lantaran tidak punya biaya dan kondisi rumahnya tidak terlalu parah.

dua ruang kelas SDN Tugurejo II telah dibongkar
Kepala Desa Tugurejo Siswanto saat dikonfermasi mengatakan bahwa pihaknya mengakui jika warganya saat ini dalam kondisi memprihatinkan. Pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah Daerah mupun BPBD Ponorogo.

"Kami sudah mendapat tanggapan dari BPBD, namun hanya sedikit bantuan yang kami terima. Kabarnya pemerintah daerah saat ini sudah kehabisan anggaran untuk penanggulangan bencana. Kami disuruh membuat profosal pengajuan bantuan mas. Semoga pemerintah faham terkait kondisi warga kami dan segera ada bantuan," harapnya.

Lebih lanjut Siswanto juga menjelaskan bahwa selain 31 KK yang terancam, SDN Tugurejo II juga terkena dampak dari ganah gerak tersebut. Bahkan dua gendung kelas III dan VII telah dibongkar karena kondisinya sangat membahayakan keselamatan bagi siswa. (warok)