TKI Malaysia Asal Ponorogo Alami Patah Tulang Kaki

Copyright @wartaberitatki.com
PONOROGO (kotareyognews.net) - Musibah kembali menimpa TKI Ponorogo yang mengais rizki di Negeri Jiran Malaysia. Katiman Rosyid (41) mengalami patah tulang kaki sebelah kanan akibat kecelakaan kerja.

Dilansir dari situs wartaberitatki.com, patah tulang kaki yang dialami Katiman Rosyid tersebut akibat tertimpa reruntuhan tembok saat melakukan penggempuran tembok di proyek yang dia kerjakan. Dan yang lebih memprihatinkan, majikan dia tak mau peduli dengan kondisi Katiman.

Kabar yang diterima, Sang Majikan hanya sekali membawa Katiman kerumah sakit. Padahal patah kaki yang dialami membutuhkan perawatan intensif.

Dikatakan Tulus Lusnadi, seorang Aktivis TKI dari Solidaritas Wajah Pribumi (Wapri) Malaysia menuturkan bahwa insiden kecelakaan itu terjadi sekitar dua bulan yang lalu.

“Katiman mengaku hanya satu kali dibawa ke rumah sakit dan selama dua bulan sejak musibah yang dia alami. Majikannya hanya memberi uang makan sebesar RM 450,"ujar Tulus seperti dikutip LiputanBMI, Selasa (27/12)

Menurut Tulus, saat ini pihaknya sudah melaporkan kasus tersebut ke KBRI Kuala Lumpur melalui Komunitas Serantau. Dia berharap agar bisa dibantu proses pemulangan Rosyid ke kampung halaman di Ponorogo.

Lebih lanjut Tulus menjelaskan bahwa Rosyid merantau ke Malaysia sejak 23 November 2015.  Dia masuk ke Malaysia menggunakan Visa pelancong/turis dan bekerja sebagai pekerja bangunan di kawasan Kuala Selangor, Malaysia.

Akibat tertimpa reruntuhan tembok yang digempur Rosyid Pada 28 Oktober 2016, kaki kanannya tidak bisa digerakkan dan dari hasil pemeriksaan rumah sakit, Rosyit dinyatakan mengalami patah kaki.

Koordinator Komunitas Serantau, Nasrikah Sarah, mengatakan bahwa proses pemulangan Katiman sudah ditangani KBRI Kuala Lumpur.

“Tanggak 27 kami membuat aduan resmi ke Satgas Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur dan langsung ditanggapi. Hari Kamis tanggal 29, Pak Katiman sudah bisa mengurus Chek Out Memo untuk kepulangannya. Kami sedang mengusahakan kursi roda karena beliau tidak bisa berjalan. Mudah-mudahan proses pemulangannya lancar,” katanya. (warok)

 Sumber: Berita TKI