Ada Dugaan Kasus Perdagangan Orang dalam Kasus TKW Ponorogo Yang Disiksa Tak Manusiawi

PONOROGO (kotareyognews.net) - Perlakuan majikan yang telah menyiksa TKW asal Ponorogo yang bekerja sebagai PRT di Singapura mulai ada sinyal. Pasalnya, berbagai data dan bukti dari surat surat TKW bernama Fadilla Rahmatika mulai dikumpulkan.

Dari data yang dikumpulkan, ditemukan bukti adanya dugaan Human Trafcking atau perdagangan orang dibawah umur. Hal itu dilihat dari bukti keberangkatan Fadilla pada 1 Februari 2016 silam. Saat itu Fadilla baru berumur 19 tahun. Itu jelas menyalahi aturan dan ketentuan karena TKI harus berumur 21 tahun jika ingin berangkat ke luar negeri.

Memang dari awal warga Desa/Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo tersebut ada kemungkinan dijebak oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Dia dipaksakan bisa jadi TKI meskipun masih berumur 19 tahun.

"Memang kami menduga ada human trafcking. Karena tidak resmi. Di bawah umur sudah jadi TKI," kata Bediyanto, Kepala Dinas Tenaga Kerja Ponorogo, Jumat (6/1/2017) pagi  seperti dikutip di situs beritajatim.com

Menurut Ibed, pihaknya masih terus mendalami kasus TKW asal ponorogo yang mendaoat oerlakuan tidak manusiawi tersebut. Dia juga berjanji akan terus mendampinginya, karena jika tidak dituntaskan akan ada Fadilla-Fadilla lain.

Ibed menjelaskan setelah ditelisik lebih dalam, data-data yang ada tidak resmi. Yakni dokumen-dokumen untuk kerja di Singapura dipalsukan semua.

Namun, lanjut Ibed, sekarang Pemkab Ponorogo sedang fokus ke kesehatan Fadilla. "Kesehatannya dulu. Tapi sambil juga menyelesaikan lainnya," ujarnya.

Sementara Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, menegaskan, akan menyelesaikan semuanya. Termasuk sampai ke Kementerian Tenaga Kerja.

Dia juga akan mendesak KBRI untuk menyelesaikan. "Pemkab Ponorogo akan terus mendesak pihak terkait," pungkasnya (warok)