Jalur Ponorogo-Trenggalek Longsor, Dua Mobil Terjebak

PONOROGO (kotareyognews.net) - Setelah hujan deras mengguyur wilayah Ponorogo dan Trenggalek, jalur Nasional Ponorogo - Tregggalek malam ini, Senin (30/01) kembali tertimbun material longsor. Bahkan dua buah mobil yang sedang melintas di lokasi, ikut diterjang longsor dan belum bisa dievakwasi.

Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Ponorogo Setyo Budiono, tebing yang berada di RT: 08, RW: 03 Dukuh Pacar, Desa Nglinggis, kecamatan Tugu, jalan raya Trenggalek - Ponorogo KM 17, kembali longsor.

Material lumpur dengan tinggi 0,5 M menimbun badan jalan dan mengakibatkan jalan raya Trenggalek - Ponorogo tertutup material longsor. Bahkan dua mobil Izusu Panther Nopol AG 1704 AK dan Truk Colt Diesel Nopol AG 8121 RE ikut terjebak longsor.

"Sekitar pukul 17.30 WIB, saat hujan deras melintas 2 kendaraan roda empat beriringan mobil panther didepan dan truk dibelakang. Saat tepat melinyasi lokasi, tiba-tiba terjadi longsor dan material berupa lumpur menerjang kedua kedua mobil tersebut,"terang Budiono.

Menurutnya pihak BPBD Ponorogo terus berkoordinasi dengan BPBD Trenggalek. Hingga saat ini, mobil yang terjebak lumpur belum bisa dievakuasi. Dia memastikan bahwa jalur Trenggalek - Ponorogo KM 17 dinyatakan putus total.

"Saat ini Babinsa Desa Nglinggis, TRC Kamatan Tugu dan Kapolsek beserta anggota Polsek Tugu sedang melaksanakan pengecekan ke lokasi dan koordinasi dengan instansi terkait dan menunggu alat berat dari Dinas PU Jatim untuk melakukan evakwasi twrhadap kedua mobil yang terjebak,"terangnya.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden mobil yang terjebak longsor ini. Mobil Izusu Panther Nopol AG 1704 AK milik warga Tulungagung yang terjebak longsor sedang membawa emoat orang. Sedangkan Truk Colt Diesel Nopol AG 8121 RE
diketahui milik Tri Wicahyo warga Jln. Merbabu 94, kelurahan Nologaten, Ponorogo.

Sementara itu, Koordinator Basarnas Pos SAR Trenggalek Asnawi dinansi dari situs antaranews mengatakan bahwa pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, kendati kedua mobil sempat terjebak di tengah longsoran selama beberapa jam.

"Sopir dan penumpang mobil panther dan truk yang terjebak berhasil diselamatkan oleh warga sekitar," kata Asnawi.

Sopir mobil panther yang asal Karangrejo, Tulungagung disebut sempat jatuh pingsan akibat kelelahan dan shok. Kemudiab mengistirahatkan kedua sopir dan sejumlah penumpang yang ada untuk beristirahat sementara kendaraan mereka dievakuasi petugas.

"Kendaraan baru bisa dievakuasi sekitar pukul 21.00 WIB setelah tidak ada aktifitas longsor. Petugas membersihkan dulu material lumpur bercampur batu yang menutupi jalan, menggunakan alat berat jenis dozer," katanya.

Saat ini, kata dia, kedua kendaraan telah berhasil ditarik ke tempat aman namun belum bisa digunakan karena mesin ngadat.

"Potensi longsor masih besar karena ada bongkahan batu dengan posisi kemiringan yang sudah menghawatirkan. Hal tersebut bisa dipastikan bawah jika terjadi hujan deras akan rawan terjadi longsor lagi," ujarnya.

Asnawi mengatakan, saat ini petugas tidak melakukan upaya pembersihan material longsor karena cuaca yang tidak mendukung serta pandangan mata terbatas. Pfoses pembersihan material longsor rencananya akan dilakukan keesokan harinya, Selasa, (31/1/2017). Petugas sendiri sementara beristirahat untuk  menyimpan tenaga mereka. (warok)