Kabar Terbaru, Keluarga TKW Ponorogo Korban Penganiayaan di Singapura Laporkan Kasus ke Polda

Copyright @kompas.com
PONOROGO (kotareyognews.net) - Fadila Rahmatika (21), tenaga kerja wanita (TKW) asal Ponorogo yang menjadi korban penganiayaan di Singapura masih menjalani perawatan. Kabarnya saat ini Fadila dirawat di Solo. Sedangkan terkait kasus yang menimpa Fadila ini keluarga memutuskan  menempuh jalur hukum.

Dilansir dari situs berita kompas.com, Masringah yang merupakan ibu korban bersama tim kuasa hukum telah melaporkan wanita berinisial Cld (45) dan rekan-rekannya sebagai orang yang bertanggung jawab atas keberangkatan Fadila sebagai TKW ke Singapura saat itu.


Pihak keluarga telah mendatangi Polda Jatim pada, Sabtu (21/1/2017). Mereka melaporkan Cld dan rekanya atas tuduhan tindak pidana perdagangan manusia. Cld sendiri telah memberangkatkan Fadila ke Singapura untuk dipekerjakan sebagai TKW. Padahal saat itu usianya belum cukup umur sesuai peraturan yang ada, Diduga pihak yang memberangjatkan Fadila menggunakan atau memalsukan dokumen.

"Dia (Cld) tidak punya perusahaan penyalur tenaga kerja. Semua dokumen dipalsukan dan tidak melalui PJTKI resmi," kata Sarli Zulhendra dari tim kuasa hukum keluarga korban, di Mapolda Jatim, Surabaya seperti dikutip kompas.com.

Diketahui, keluarga korban melaporkan kejadian tersebut setelah mendapatkan keterangan dari korban yang baru beberapa hari terakhir mulai bisa berkomunikasi. Keluarga telah mendaoatkan keterangan yang mengejutkan dari korban.

"Kami baru bisa berkomunikasi setelah korban dipindah perawatannya di RSJ Solo," kata Sarli.

Sebelumnya, pihak yang memberangkatkan Fadila tersebut, memberikan santunan kepada keluarganya sebesar Rp 5 juta untuk biaya perawatan Fadila. Mereka juga menyodorkan surat perjanjian damai agar keluarga tidak menempuh jalur hukum atas kondisi Fadila.

Fadila sendiri mengalami penganiayaan secara fisik dan psikis oleh majikannya di Singapura sejak Februari hingga November 2016.

Wanita asal Ponorogo, Jawa Timur, tersebut juga mengaku bahwa dirinya tidak diperlakukan secara manusiawi oleh majikannya di Singapura.

Penulis: Kontributor Surabaya, Achmad Faizal / editor: Kotareyognews.net - Berita Ponorogo Terkini

Sumber: KOMPAS.COM