Lestarikan Budaya Jawa, Kades Bringinan Ponorogo Ajak Anak di Desanya Belajar Bahasa Jawa

PONOROGO (kotareyognews.net) – Barno selaku kepala Desa Bringinan Kecamatan Jambon, kabupaten Ponorogo ini patut mendapatkan sebutan Kades kreatif. Pasalnya, selain dia yang menggagas Perpustakaan Rumah Baca di Desa Bringinan, saat ini juga difungsikan berbagai kegiatan yang positif.

Diantaranya sebagai tempat belajar dan mengajar Bahasa Jawa, pembekalan pelatihan pembuatan pupuk organic dan belajar berbagai ilmu tentang Pemerintah Desa. Sedangkan program Belajar Bahasa Jawa, di rumah baca Desa Bringinan terdapat lebih dari 50 anak yang mengikuti belajar Bahasa Jawa dan mainan tempo dulu, semua itu dilakukan secara gratis.

Barno saat dimintai keterangan terkait  belajar  bahasa jawa bagi anak-anak Desa Bringinan menceritakan, pihaknya sangat peduli dan ingin agar anak-anak sebagai generasi penerus di desa Bringinan jangan sampai melupakan bahasa jawa dan  permainan jawa.

“Saya prihatin saat ini banyak anak-anak kita yang sudah melupakan bahasa Jawa sama  mainan jawa. Mereka sudah tidak ingat lagi mainan tempo dulu, tidah faham mainan dijaman Saya masih kecil, apalagi bahasa Jawa,” ucapnya.

Berawal dengan keprihatinan itu,  dirinya mengundang dan mengajak anak desa Bringinan belajar bahasa jawa dan mainan tempo dulu.

“Saya berani mengajak mereka untuk belajar bahasa jawa, khususnya bahasa jawa kromo  alus. Saya sangat prihatin dengan kondisi ini,” jelas Barno yang juga sebagai konseptor pupuk organic  Star Baruno ini.

Dia juga menjelaskan, waktu untuk belajar dibagi menjadi dua, khusus  mainan tempo dulu dilakukan pada saat hari libur sekolah, sedang untuk belajar bahasa jawa dilakukan setiap malam Rabu dan malam Minggu di Perpustakaan Rumah Baca.

Barno mantan TKI Malasyia itu  juga menjelaskan walaupun dalam konsepnya dirinya bukan ahli bahasa jawa, maupun pengajar disekolah, tapi rasa prihatin akan masa depan anak didesanya menjadi prioritas. Pihaknya mengajarkan cara anak menghormati kepada mereka yang lebih tua terutama orang tuanya, kemudian kepada gurunya, kepala Desa, pamong desa dan sebagainya.

“Jadi bahasa jawa ada yang namanya kromo madya kanggo ibu bapak , kanggo sing luweh tuwo karo awake dewe. Kromo inggil kanggo Bupati, kanggo pejabat, sinuwun, kabeh iku ngangge boso kromo inggil sing alus,” jelasnya.

Sementara itu Tio (9) salah satu peserta didik mengatakan sangat senang dengan kegiatan yang diadakan Bapak Barno.

“Saya senang sekali disini,  diajarkan  mainan gubak sodor, angling, dakon, gamelan dan lainya. Seneng lagi Saya dan teman lainnya diajarkan bahasa jawa. Senang bisa bertemu dan bermain bersama, terima kasih Bapak Lurah,” ungkapnya. (warok)