Ratusan Warga di Ponorogo Ini Datangi Kantor Desa Tuntut Mundur Perangkat Mesum

PONOROGO (kotareyognews.net) - Rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau. Itulah kata yang tepat untuk seorang pejabat oknum perangkat desa yang melakukan perselingkuhan di wilayah Ponorogo selatan ini. Seorang pamong desa yang seharusnya bisa menjadi contoh yang baik bagi warga yang lain. Namun sebaliknya apa yang dilakukan oleh seorang oknum perangkat di desa Duri Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo.

Dia justru nerbuat tidak baik den mencoreng nama baik desa. Oknum perangkat desa Duri ini diduga telah berbuat asusila dengan melakukan perselingkuhan bersama  salah seorang tetangganya.

Lantaran warga tak ingin memiliki seorang pejabat atau perangkat desa yang tidak bisa jadi panutan, ratusan warga yang terdiri dari berbagai elemen ini mendatangi kantor desa setempat, Jumat 13/01) siang usai melaksanakan sholat jumat.

Mereka menuntut aknum peramgkat desa yang terlibat kasus perselingkuhan segera mengundurkan diri. Mereka melakukan orasi di depan kantor desa dan membawa beberapa poster yang bertuliskan tuntutan untuk segera mundur bagi oknum prangkat desa yang tidak bisa jadi contoh karena telah melakukan perselingkuhan.

"Kami para pemuda dan warga desa Duri mengutuk perbuatan oknum perangkat Desa yaitu Jogoboyo yang telah melakukan perselingkuhan. Kami seluruh warga menuntut agar dia mundur,"ujar salah seoramg perwakilan aksi.

Setelah mereka puas berorasi, warga menemuki kepala Desa setempat dan menggelar sidang rakyat di balai Desa. Ikut hadir juga dalam mediasi tersebut jajaran Muspika Kecamatan Slahung, Perangkat Desa setempat, Wakil Ketua BPD, LPMD, para Ketua RT dan Ketua RW se-Desa Duri, Ketua Karang Taruna, petugas dari Koramil 0802/10 Slahung, dan Polsek Slahung.

Informasi yang berhasil dihimpun, dalam sidang rakyat tersebut berlangsung cukuo alot dan sempat memanas. Hal itu lantaran apa yang menjadi tuntutan warga tersebut tidak mendapatkan titik temu, Camat Salahung sendiri juga berhalangan hadir dalam sidang rakyat tersebut.

Hingga sore hari sekitar pukul 16.30 WIB proses mediasi tak memdaoatkan hasil. Akhirnya sesuai kesepakatan bersama, mediasi akan dilaksankaan di kemudian hari denga alasan karena Kepala Desa dan unsur perangkat desa tidak bisa memutuskan apa yang menjadi tututan warga tersebut.

"Warga sudah satu kata tuntut mundur Jogoboyo. Aabila tuntutan kami tidak dipenuhi maka para pemuda yang tergabung dari berbagai kelompok Karang Taruna dari tiap-tiap Dukuh di Desa Duri akan menggelar aksi yang lebih besar lagi," terang Koordinator aksi Gatot.

Diketahui, seorang oknum perangkat Desa Duri yaitu Jogoboyo Desa Duri, MNB (37 th) beralamat di Dukuh Telogo, Desa Duri, diduga kuat telah melakukan selingkuhan dengan EM (42 th) yang juga warga Desa Duri beberapa minggu lalu. Ulah perangat desa tersebut yang memicu warga untuk gelar aksi. Warga dan pemuda mengancam akan menggelar aksi lebih besar jika Jogoboyo tak segera mundur.

"Warga dan pemuda sudah sepakat dan tidak mau menerima pejabat yang tidak bisa jadi contoh. satu kata harus mundur," ujar Andi tokoh oemuda setempat. (warok)