Uang Puluhan Juta di Kantor Bus Jaya Ponorogo Digondol Maling

Copyright @beritajatim.com
PONOROGO (kotareyognews.net) - Uang tunai dari setoran sejumlah 52 juta yang berada di kantor PO Bus Jaya Ponorogo amblas di gondol maling. Hal ini diketahui oleh karyawan yang hendak masuk kerja pada, Selasa (17/01).

Dilansir dari situs beritajatim.com, Aksi pembobolan atau pencurian dengan pemberatan (Curat) terjadi di kantor bus Jaya Ponorogo di Jalan Urip Sumoharjo Nomor 36 Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo tersebut langsung dilaporkan ke pihak Kepolisian.

Menurut keterangan, aksi pencurian tersebut pertama kali diketahui oleh Amanudin (42) karyawan admin Bus Jaya pada selasa pagi. Seoerrti biasa, saat itu dia melakukan aktifitas seperti di kabtor. Namun dia kaget saat melihat laci di kantor sudah terbuka. Bahkan uang sebesar Rp 46 juta sudah lenyap.

"Saat tau hal itu, dia langsung laporan ke Polres dan saat ini sedang kami delidiki kasus ini," kata Kasubag Humas Polres Ponorogo, AKP Sudarmanto, Rabu (18/01/2017) siang seperti dikutib beritanjatim.com.

Lebih lanjut Sudarmanto mengatakan bahwa dari keterangan saksi Nardi (60) yang juga menjadi satpam di kantor tersebut menjelaskan bahwa sebelum kejadian tersebut ada 3 orang karyawan menginap di kantor. Mereka menduga ketiga orang tersebut kemungkinan masuk ke ruang administrasi dan yang menggondol uang tersebut

Namun selain keterangan orang yang menginap di kantor, saksi Nardi juga menjelaskan kepada polisi jika malam harinya juga ada bus patas terakhir yang parkir dan masuk ke ruang administrasi. Dari kondektur bus patas juga menaruh uang diatas laci yang jumlahnya sekitar 6 juta rupiah

"Jadi yang digondol hampir 52 juta. Karena yang 46 juta dari setoran Senin siang, dan 6 juta dari setoran dini hari," tambahnya.

Sedangkan dari analisa pihak kepolisian, AKP Sudarmanto menjelaskan bahwa kemungkinan besar yang melakukan adalah orang dalam. Selain itu juga dari sisi pengamanan yang kurang baik karena laci tempat menyimpan uang tidak dikunci.

"Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan pihak kami. Kemungkinan besar pelakunya adalah  orang dalam," pungkasnya. (warok)

Sumber: Beritajatim.com