Ada Yang Menggantung di Pohon Pinus, Warga Ponorogo Selatan Gempar

PONOROGO (kotareyognews.net) - Entah apa yang ada di benak Eko Jurianto Desa Bosan Kidul, Kecamatan Ngrayun, Ponorogo. Pasalnya, Eko yang saat ini berusia 35 tahun ini rela mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon pinus, Kamis (16/2).

Sontak saja,  warga sekitar yang menemukan jasad Eko yang menggantung di pohon pinus tersebut jadi gempat. Korban ditemukan warga sekitar 05.30 WIB pagi.

Kapolsek Ngrayun, AKP Sutriatno membenarkan kasus oranng bunuh diri di pohon pinus tersebut. Dia menjelaskan identitas korban adalah Eko Jurianto (35 th) warga RT 03, RW 02, Dukuh Krajan, Desa Bosan Kidul, Kecamatan Ngrayun, Ponorogo.

Dia menambahkan, setelah mendapati laporan dari Perangkat Desa Baosan Lor, Jajaran Polsek Ngrayun dipimpin oleh Kapolsek Ngrayun didampingi Kepala SPKT, Kanit Reskrim, Kasi Humas dan Dinas Kesehatan Ngrayun langsung melakukan olah TKp dan pemeriksaan terhadap tubuh korban serta mendengarkan  keterangan saksi.

Menurut AKP Sutriatno, berdasarkan informasi dari Boiman (55 th) mengaku dia bersama sama dengan warga sekitarnya yang mencari di sekitar kebon milik Jemali yang tidak jauh dari rumah orang tua korban. "Karena menurut keterangan dari famili dan keluarga korban bahwa korban telah melakukan percobaan bunuh diri dengan menggunakan selang plastik di rumah mertuanya di Desa Baosan Kidul, namun gagal," ujar AKP Sutriatno.

Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan bahwa sehari sebelumnya, tepatnya Rabu (15/2) sekitar pukul 13.00 WIB mertua dari korban sengaja menyerahkan anak menantunya tersebut kepada orang tua.
"Sebenarnya orang  tua dan masyarakat sekitar sudah tahu kalau Eko Jurianto memiliki riwayat depresi berikut diadakan pengawasan masyarakat sekitar," tambahnya.

Dia pun menjelaskan juga jika upaya keluarga dan masyarakat tersebut lolos dan akhirnya Eko didapati gantung diri di pohon pinus dengan menggunakan seutas tali senar plastik warna biru. "Warga langsung melaporkan kepada perangkat desa diteruskan ke Polsek Ngrayun," terangnya.

Setelah diadakan pemeriksaan oleh team medis dan Unit Reskrim Polsek Ngrayun, di tubuh korban Eko terdapat jeratan leher terdapat tali plastik senar, kelamin mengeluarkan sperma dan lidah menjulur.

"Hasil pemeriksaan dari tim medis, tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan benda lainnya. Korban murni gantung diri. Selanjutnya korban diserahkannya kepada keluarganya untuk proses pemakaman," pungkasnya. (warok)