Kantor Imigrasi Ponorogo Bentuk Tim Internal Anti Pungutan Liar


PONOROGO (kotareyognews.net) - Tampaknya Kantor Imigrasi Ponorogo yang merupakan salah satu lembaga yang bergerak dalam bidang payanan terhadap masyarakat mulai merapatkan barisan femi memerangi Pungutan Liar (Pungli). Salah satunya adalah membentuk tim internal anti pungli. Hal tersebut dikatakan Najarudin Safaat seperti dilansir di situs bangsaonline pada, Rabu (01/02).

Menurut Najarudin, pembentukan tim internal anti pungli tersebut sebagai komitmen instansi yang dipimpinya untuk mendukung program pemerintah, terutama instruksi presiden untuk menghilangkan pungli di segala lini pelayanan publik.

"Kantor Imigrasi Kelas III Ponorogo membentuk tim antipungli secara intern gyna mencegah pungutan liar kepada masyarakat yang kemungkinan dilakukan oleh segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Tim antipungli tersebut lanjut Najarudin, akan dibagi menjadi dua, yaitu yang melakukan sosialisasi dan penindakan apabila ada penemuan praktik pungli di kantor tersebut.

“Untuk sosialisasi kita membuat pengumuman yang di-publikasukan melalui media cetak, radio, dan baliho bagaimana prosedur pelayanan Kantor Imigrasi,” katanya.

Termasuk persyaratan, biaya, dan jangka waktu pembuatan paspor. Diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mengurus sendiri paspornya tanpa tergantung pihak-pihak yang lain.

Untuk tim yang kedua, yaitu penindakan, merupakan tim yang melakukan pengawasan dan penindakan terhadap praktik pungli di kantor. Selama ini belum ada laporan dan pengaduan terkait praktik pungli maupun keluhan atas pelayanan yang diberikan.

“Selain itu, semua pengurusan paspor sudah dilakukan secara online dan pembayaran langsung melalui bank dan kantor pos, sehingga tidak ada transaksi cash dengan kami. Komitmen kita maksimal 3 hari setelah foto maka paspor sudah jadi,” terang Najarudin.

Selama tahun 2016 kemarin pihaknya mengeluarkan paspor 48 halaman sebanyak 3.446 buah dan paspor 24 halaman sebanyak 2.326 buah dan paspor untuk TKI sebanyak 811 buah.

“Tahun ini kita akan terus meningkatkan kenyamanan dan pelayanan dengan bekerja profesional dan prosedural,” jelasnya. Selain itu, pihaknya akan melobi ke Pemerintah Daerah Ponorogo untuk mendapatkan lahan untuk pembangunan kantor yang permanen.

“Apabila tahun ini kita sudah dapat maka tahun 2018 kita ajukan anggaran untuk pembangunan gedung Kantor Imigrasi Kelas III Ponorogo,” pungkasnya. (warok)

Sumber: Bangsaonline.com