MUI Kaltim Deklarasi dan Putuskan Berjihad, Ponorogo Kapan?

PONOROGO (kotareyognews.net) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Timut (Kaltim) telah sepakat untuk jihad. Apakah langkah ini akan diikuti oleh MUI Ponorogo dan MUI di daerah lain? jawabnya belum ada kabar.

Menurut informasi yang diperoleh kotareyognews.net, dari situs jpnn, MUI telah mengambil keputusan untuk Berjihad dan mempersiapkan perlawanan. bahkan MUI Kaltim telah membentu gerakan dan siap untuk melakukan jihad.

Jihad MUI Kaltim ini bukan berjihad dengan mengangkat sejata. Namun mereka siap berjihad untuk memerangi narkoba. Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan telah menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim untuk mencegah peredaran narkoba disana.

MUI Kaltim juga telah membentuk Gerakan Nasional Anti Narkoba pada Sabtu (4/2). Tak tanggung-tanggung, Ketua MUI Pusat, KH Ma’ruf Amin mendukung dan turut hadir dalam deklarasi yang digelar di Hotel Gran Senyiur Balikpapan tersebut.

Kepala BNNK Balikpapan Halomoan Tampubolon mengatakan, memerangi narkoba perlu kepedulian dari semua aspek masyarakat. Termasuk tokoh agama yang berpengaruh bagi umat.

"Dengan bergabungnya MUI, satgas antinarkoba menunjukkan kepedulian yang tinggi di masyarakat. Nantinya satgas ini akan kami bina tentang pembagian tugas yang akan dilakukan,” katanya.

Pembagian tugasnya adalah penanganan satgas ketika menemukan warga yang sudah telanjur kecanduan.
“Nanti kami bantu dalam melakukan advokasi," ujar Halomoan.

Dia menjelaskan, Satgas Antinarkoba MUI berkoordinasi dan bekerja sama dengan satgas yang sebelumnya telah dibentuk. Misalnya, Insano, Duta Antinarkoba dan Satgas Bersinar yang dibentuk di tiap kelurahan.
Satgas ini kemudian ini bergabung dengan penegak hukum, seperti polda, polres, dan BNN.

"Satgas ini berkomitmen untuk berjihad melawan narkoba. Kami harap dengan tambahan satgas ini, bisa menekan pertumbuhan narkoba di Balikpapan. Sehingga kita tak lagi berada di posisi peringkat kedua penyalahgunaan narkoba di Kaltim. Dan pertumbuhan narkoba 0,3 persen bisa kami cegah,” harapnya.

Halomoan menambahkan, daerah yang rawan penyalahgunaan narkoba di Balikpapan adalah Kelurahan Baru (Balikpapan Barat) dan Kelurahan Manggar (Balikpapan Timur).

Terpisah, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi meminta satgas yang terbentuk benar-benar menunjukkan aksi nyata dalam memberantas narkoba. Sebab, narkoba merupakan persoalan serius yang bisa menghancurkan generasi bangsa. Apalagi, kondisi geografis Kaltim yang berbatasan dengan Malaysia membuat peredaran narkoba sangat rawan.

"Upayanya bisa menyadarkan umat lewat khotbah yang diberikan kiai dan ulama. Menyelipkan pesan antinarkoba. Karena selama ini masyarakat kurang menganggap narkoba berbahaya dan pesan-pesan yang diselipkan di khotbah mengenai hal itu masih kurang," katanya. (warok)

Sumber: JPNN