Musdalub Golkar Ponorogo di DPD jatim Dead Lock, Dua Kubu Calon Ketua Gagal Kompromi

SURABAYA (kotareyognews.net) - Musyawarah Daerah (Musda) ke - IX Partai Golongan Karya Kabupaten Ponorogo yang digelar di kantor DPD Partai Golkar Propinsi Jawa Timur di Jalan A. Yani 311 Surabaya pada, Jum’at (03/02) berakhir dead lock.

Acara yang dimulai pukul 09.00 Wib dan berakhir Pukul 21.15 WIB tersebut berakhir dengan keputusan di skorsing (penundaan) dengan batas waktu tidak ditentukan. Dari awal mulai pembukaan dilanjutkan verifikasi data dari PK 21 kecamatan  yang akan ikut dalam Musda sudah menunjukkan ketegangan.

Tim verifikasi sebanyak 11 tim dari DPD Propinsi memutuskan enam Kecamatan terpaksa tidak bisa mengikuti Musda  karena mereka tidak memiliki hak suara. Keenam Kecamatan yang tidak memiliki hak suara tersebut adalah Kecamatan Ponorogo, Sukorejo, Badegan, Bungkal, Sambit dan Mlarak.

“Karena tidak ada kesepahaman, tidak ada titik temu untuk mencapai kompromi. Sebetulnya ada  pembuktian dan sebuah aturan yang harus diputuskan, tetapi sama-sama kuat. Tidak bisa dicarikan solusi,  ya akhirnya dead lock,” ujar Gatot Sudjito Ketua MKGR Propinsi Jawa Timur.

Menurutnya, dua kubu tersebut yaitu calon Ketua DPD Ponorogo Rahmad Taufik dan Sukirno. Meskipun berakhir dead lock, Musda Golkar Kabupaten Ponorogo buka berarti persoalan selesai, dengan tidak jelas. Namun ketika Misda menemui dead lock, tentu akan dicarikan solusi yang selanjutnya untuk diselesaikan.

“Ada penundaan. Penundaan ini karena ada satu hal, yang salah satu persoalannya yaitu belum bisa dikompromikan,"jelasnya.

Lebih lanjut Gatot Sudjito mengatakan bahwa Musda Golkar Ponorogo yang berakhir dead lock tersebut masih dalam tahapan proses pencalonan ketua DPD Golkar Kabupaten  Ponorogo.

“Ini masih dalam tahap proses pencalonan, prosesnya dari tahapan pencalonan setelah itu akan dilakukan pemungutan suara. Tapi ini belum sampai voting sudah dead lock,” jelasnya.

Gatot juga menuturkan bahwa penundaan itu meruoakan permintaan ketua DPD Golkar Jatim. Ketua sendiri ingin hadir, tapi masih menunggu kapan dan sebagainya, pihaknya belum tahu.

"Yang jelas Ketua ingin penundaan,” tandas Gatot.

Ditanya kapan akan dilakukan Musda lagi, politisi yang juga sebagai Anggota DPR-RI dapil VII Jatim ini mengatakan bahwa akan dilakukan secepatnya.

“Saya pikir akan segera dilakukan, dan segera dijadwalkan. Harusnya Musda ini bisa selesai saat itu sesuai tahapan.Kenapa ada penundaan, padahal tinggal sedikit lagi. Mestinya tidak ditunda, tetapi karena ada perintah dari ketua yang ingin hadir sendiri dalam acara,"pungkasnya.