Polisi Amankan Pelaku dan BB Penebang Hutan Ilegal di Sampung Ponorogo

PONOROGO (kotareyognews.net) - Akibat menebang kayu jati di hutan dekat rumah, Sutomo (64), warga Rt.03, Rw.01 Dukuh/Desa Nglurup Kecamatan Sampung, kabupaten Ponorogo, harus berurusan dengan Polisi. Dia digiring Jajaran Unit Reskrim Polsek Sampung guna mempertanggung jawabkan perbuatanaya, Senin (06/02) siang.

Dari penangkapan Sutomo yang diduga telah melakukan penambangan hutan secara ilegal di RPH Badegan, tepatnya di desa Tulung, kecamatan Sampung tersebut setelah petugas mengantongi bukti. Barang bukti tersebut berupa sebuah gergaji tangan dan 0,0229 meter kubik kayu olahan.

Kasubag Humas Polres Ponorogo AKP Sudarmanto membenarkan penangkapan terhadap pelaku illegal logging di hutan wilayah Kecamatan Badegan tersebut. Dia menjelaskan bahwa penangkapan terhadap pelaku tersebut menindak lanjuti laporan dari pihak Perhutani setempat yang telah melakukan pemeriksaan terhadap Sutomo yang diduga telah melakukan penebangan kayu jati secara ilegal.

"Sekitar pukul 09.00 WIB, petugas perhutani menegetahui pelaku sedang menggergajikan kayu jati gelondongan yang di duga hasil menebang dari dalam kawasan hutan RPH Badegan,"ujar Sudarmanto.

Selanjutnya, pihak perhutani setempat melakukan pemeriksaan terhadap kayu jati yang sedang digergaji oleh pelaku. Dari hasil pemeriksaan tersebut, pelaku  mengaku bahwa kayu jati yang dia gergaji adalah hasil menebang di kawasan hutan dekat rumahnya.

"Pelaku mengakui bahwa dia menebang kayu jati di hutan dekat rumahnya,"terangnya.

Setelah dialakukan penangkapan dan dilakukan pemeriksaan oleh petugas, Lanjut Sudarmanto, pelaku mengakui bahwa dalam kurun waktu bulan Desember 2016, sebanyak 4 pohon jati yang sudah dia tebang. Hasil dari penebangan tersebut dia potong menjadi 11 batang dengan ukuran 2-3 meter,"terangnya.

Atas tindakanya yang telah melakukan penebangan kayu secara ilegal tersebut, Sutomo dijerat dengan pasal 82 ayat (1) huruf b UU No.18 th 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusak hutan, dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun. (warok)