Roda Tajwid, Solusi Alternatif Untuk Belajar Ilmu Tajwid dengan Mudah dan Menarik

Roda Tajwid cara belajar Al Qur'an dengan benar dan mudah masa kini
PONOROGO (kotareyognews.net) -  Membaca Al-Qur’an merupakan perintah Allah SWT yang terdapat pada surat Al-Alaq ayat 1 sampai 5. Hal ini mengisyaratkan bahwasannya Al-Qur’an tidak lepas essensialnya untuk dibaca. Membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar juga merupakan hal penting dalam menjaga eksistensi pemaknaan ayat-ayat Al-Qur’an sebab kesalahan dalam membaca Al-Qur’an dapat merubah kandungan makna yang ada.

Pada zaman modern sekarang, pendidikan agama sering kali dinomer duakan. Ilmu umum cenderung lebih menarik untuk dipelajari dengan adanya pembaharuan kurikulum ataupun media pembelajaran yang sering dilakukan. Akibatnya, anak-anak lebih tertarik untuk belajar ilmu umum daripada ilmu agama. Hal ini membuat ilmu tajwid yang merupakan bagian dari ilmu agama menjadi kurang diminati padahal ilmu tajwid adalah dasar anak-anak dalam membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Hal inilah yang menyebabkan Muhammad Fahrur Rosyidin, Mahasiswa Progam Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Darussalam Gontor Ponorogo membuat ide untuk menciptakan suatu media pembelajaran ilmu tajwid yang Ia beri nama Roda Tajwid. Dinamakan Roda Tajwid sebab dalam penggunaannya, alat ini harus diputar untuk mengetahui hukum bacaan serta cara membaca ayat Al-Qur’an.

Dengan Roda Tajwid, anak-anak diharapkan dapat tertarik untuk mempelajari ilmu tajwid dengan mudah. Ide tersebut kemudian Ia kembangkan lagi dengan mengikuti progam internal kampus yang bernama Progam Kreativitas Mahasiswa (PKM) bersama Muhammad Abdul Aziz Ni’am dan Muhammad Abdul Basit. Setelah dievaluasi dan dikembangkan, Roda Tajwid yang awalnya hanya dapat digunakan untuk mempelajari beberapa hukum bacaan saja, saat ini sudah mencakup keseluruhan hukum-hukum bacaan dengan mengacu pada buku Ilmu Tajwid karangan Alm. Kyai Imam Zarkasyi, pendiri Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo.

Roda Tajwid sendiri juga mendapatkan respon positif baik dari siswa maupun guru ketika dilakukan uji coba dalam kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Al-Qur’an di MI Nurul Huda Ma’arif, Desa Kepuh Rubuh, Kec. Siman, Kab. Ponorogo pada hari Senin dan Selasa, tanggal 9 dan 10 Januari 2017. Terbukti dengan menggunakan Roda Tajwid, siswa MI Nurul Huda Ma’arif lebih semangat untuk mempelajari ilmu tajwid.

Kedepannya, Muhammad Fahrur Rosyidin dan rekan-rekan setimnya berniat untuk melakukan uji coba yang lebih luas lagi sebelum dapat digunakan secara umum ataupun oleh lembaga-lembaga pendidikan baik di Indonesia dan luar negeri. (*)

Penulis:  Muhammad Abdul Basit
Alamat:  Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo