Sering Terjadi Laka, Warga Bedi Wetan Nekat Swadaya Ngecor Jalan Daerah Jalur Ponorogo - Bungkal

PONOROGO (kotareyognews.net) - Prihatin dengan kondisi jalan berlubang yang sangat parah, dan sering menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu-lintas, masyarakat Desa Bedi Wetan, kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo nekat ngecora jalan Daerah yang menghubungkan Ponorogo - Bungkal, Minggu (05/02) pagi.

Ratusan warga ini membawa alat seadanya dan terlihat kompak gotong-royong menutup lubang jalan dengan Semen. Perangkat desa dan Kepala desa setenpat juga terlihat turun ambil bagian bersama warga bersama-sama melakukan pengecoran. Bahkan Kapolsek Bungkal bersama jajaran juga terlihat turun ikut membantu warga.

"Ini sebetulnya berawal dari keprihatinan warga saja mas. Karena kondiai jalan sangat parah dan hampir setiap hari terjadi laka-lantas di lokasi,"terang Kepala Desa Bedi Wetan Sumarno.

Ditanya pendanaan, kepala desa yang baru dilantik sekitar satu setengah bulan silam ini mengatakan bahwa anggaran buat pengecoran jalan kabupaten tersebut berasal dari swadaya masyarakat. Selain swadaya, juga terdapat beberapa donatur dari pengusaha di desa Bedi Wetan yang sukarela membantu warga.

"Ini murni swadaya masyarakat mas. Kita tidak peduli meakipun jalut kabupaten. Kamu masyarakat Bedi tidak ingin ada pengguna yang jatuh sampai luka parah apa lagi sampai meninggal. Itulah sebabnya kita melakukan aksi cepat dengan kerja bakti secara swadaya,"paparnya.

Lebih lanjut Sumarno berharap kepada Pemkab Ponorogo agar lebih memperhatikan kondisi jalan di wilayah kecamatan Bungkal yang banyak mengalami kerusakan.

"Harapan kami pemerintah Daerah lebih memperhatikan kondisi jalan kabupaten di wilayah Bungkal. Minimal diprioritaskan yang kondisinya sangat parah dan mengancam jiwa pengguna jalan seperti di Desa Bedi Wetan ini,"harapnya.

Sementara itu salah satu tokoh yang juga sebagai donatur dari giat masyarakat Bedi Wetan dalam melakukan pengecoran jalan berlubang Zaenal Arifin memaparkan, bahwa dia bersama warga melakukan bakti sosial tersebut merupakan panggilan hati. Dia bersama warga merasa prihatin karena di lokasi jalan berlubang sepanjang 500 sering sekali terjadi laka lantas.

"Semoga ini bisa membantu kenyamanan dan kelancarn lalu-lintas. Sehingga tidak ada lagi kabar terjadi kecelakaan di lokasi teraebut,"harapnya. (warok)