Terseret Arus, Bocah 13 Tahun Asal Besuki Ponorogo Ditemukan Meninggal

PONOROGO (kotareyognews.net) - Naas dialami Rangga Dwi Saputra (13) warga dukuh Pogag, Desa Besuki, Kecamatan Sambit, kabupaten Ponorogo. Pasalnya, Rangga yang diketahui masih pelajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini hanyut dan temhgelam di sungai desa setempat lantaran tak bisa berenang, Minggu (19/02).

Informasi yang berhasil dihimpun, kejadian ini berawal saat Rangga Dwi Saputra bersama kedua temanya yang juga tetangga korban yaitu Paminto Wahyu P(13) dan Resvaldo R. I (13) sedang mandi di kali dekat rumah mereka sekitar pukul 08.00.

Saat mandi di kali tersebut, Rangga langsung menceburkan diri ketengah sungai yang kedalamanya mencapai 2,5 meter. Karena tak bisa berenang, Rangga akhirnya hanyut dan menghilang terbawa arus sungai yang cukup deras padah sebelumnya dia sudah diperingatkan oleh rekanya Praminto untuk berenang di bagian tepi sungai dan jangan terlalu ke tengah.

Mengetahui temanya hanyut terbawa arus, kedua rekanya berusaha menolong menggunakan ranting bambu. Namun usaha mereka tidak berhasil, dan mereka langsung meminta bantuan dengan memberi tahu warga

Sekitar pukul 08.45 WIB, warga bersama Perangkat desa setempat dan Bhabinkamtibmas Desa Besuki berusaha mencari korban dengan menyusuri sungai. Setelah cukup lama melakukan pencarian dan melakukan penyelaman, sekitar pukul 09.25 WIB, korban berhasil ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Kasubag Humas Polres Ponorogo AKP Sudarmanto membenarkan terjadinya korban meninggal akibat terseret arus sungai. Korban diduga karena terlalu berani ketengah sungai meskipun tak bisa berenang.

"Korban ditemukan sudah tewas setelah warga dan petugas melakukan pencarian selama satu jam," kata  AKP Sudarmanto.

Dari hasil pemeriksaan visum luar tim kesehatan Puskesmas Sambit lanjut Sudarmanto, tidak ditemukannya bekas penganiayaan di tubuh korban. Korban dinyatakan murni meninggal karena tenggelan.

"Korban dinyatakan tenggelam dan tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Setelah dilakukan pemeriksaan, korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk dilakukan pemakaman,"ujarnya.

Atas kejadia tersebut pihak Polres ponorogo menghimbau kepada warga agar lebih memperhatikan putra-putri mereka. Diharapkan oara orang tua jangan segan memperingatkan jika putra mereka mandi di sungai karena saat ini musim penghujan, sehingga arys sungai berbilang cukup deras. (warok)