Para Warok Ponorogo Protes Tak Terima Reyog Dipakai Ngamen

PONOROGO (kotareyognews.net) - Ratusan seniman Reyog dan Warok Ponorogo melakukan unjuk rasa protes tindakan seniman dari luar Ponorogo yang menggunakan Reyog sebagai sarana ngamen. Mereka mendatangi kantor DPRD Ponorogo dan mendesak wakil rakyat agar segera membuat perda yang mengatur tentang Reyog Ponorogo, Rabu (29/03).

Dalam aksi tersebut, para seniman Ponorogo membawa sebanyak 7 dadak merak lengkap dengan pembarong, jatilan, dan bujangganong. Mereka menggelar atraksi di depan gedung DPRD Ponorogo.

Mereka para seniman ini juga menggelar orasi di depan gedung DPRD. Tak hanya itu, ratusan seniman reyog Ponorogo ini juga membawa poster yang mengecam keras ulah sejumlah seniman yang menggunakan reyog sebagai sarana ngamen.

Berikut beberapa tulisan yang terdapat di poster yang dibawa peserta aksi, Pengamen Reyog melecehkan Ponorogo, Reyog Simbol Ponorogo jangan ada yang salah arti,  Haram Reyog Ngamen Masuk Ponorogo, dan beberapa poster lain yang mengecam keras para seniman yang menggunakan reyog untuk ngamen.

"Kami dari kalangan seniman Reyog Ponorogo mendesak Anggota Dewan untuk membuat Perda Perlindungan terhadap Reyog Ponorogo agar seniman di luar Ponorogo tidak menggunakan Reyog dengan seenaknya,"ujar koordinator aksi Sunardi Gondrong.

Menurutnya, penggabungan Reyog Ponorogo dengan atraksi Debus dan lain - lain dianggap bentuk penyimpangan terhadap Seni Reyog. Bahkan sejumlah seniman tersebut juga mencampur adukkan seni Reyog dengan berbagai atraksi yang dianggap keluar dari pakem Reyog yang sebenarnya.

"Seni reyog yang dipakai untuk ngamen dan ada atrakai debusnya itu sebuah penyimpangan terhadap seni kita yang asli yaitu Reyog Ponorogo. Maka dari itu kita mendesak kepada anggota dewan untuk menerbitkan Perda tentang Reyog Ponorogo,"paparnya.

Sementara itu, sejumlah perwakilan dari seniman Reyog juga menggelar audiensi di kantor DPRD Ponorogo. Mereka ditemui oleh Wakil Ketua DPRD Ponorogo Miseri Efendi dan sejumlah anggota Dewan dari Komisi D.

"Kami telah menerima dan mendengarkan berbagai keluhan dari para seniman Reyog di Kabupaten Ponorogo. Kami juga siap memlfasilitasi terbitnya perda terkait kesenian reyog Ponorogo. Insya Allah akan segera kita bahas,"ujar Miseri Efendi. (warok)